Pertumbuhan Ekonomi Nasional Capai 5,61 Persen di Triwulan I 2026
- 13 Mei 2026 14:02 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur - Pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan pertama 2026 tercatat mengalami peningkatan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya di tengah berbagai isu kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hal itu disampaikan Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tual, Muslim, dalam Forum Komunikasi Pimpinan untuk Penguatan Sinergi atau “Kopi Pagi” di Aula KPPN Tual, Selasa (12/5/2026).
Menurut Muslim, pertumbuhan ekonomi nasional hingga triwulan pertama 2026 mencapai 5,61 persen secara year on year dan menunjukkan kondisi perekonomian yang tetap kuat. Peningkatan tersebut ditopang konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, dan pembentukan modal tetap bruto yang mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya.
“Pertumbuhan ekonomi kita justru meningkat dari tahun lalu dan ini menunjukkan aktivitas ekonomi tetap bergerak positif,” kata Muslim.
Muslim menjelaskan konsumsi rumah tangga meningkat dari 4,95 persen menjadi 5,52 persen, sementara pembentukan modal tetap bruto juga mengalami kenaikan yang menandakan pertumbuhan investasi dan belanja modal. Selain itu, konsumsi pemerintah pada awal tahun turut meningkat setelah sebelumnya sempat mengalami kontraksi pada periode yang sama tahun lalu.
Meski ekspor tercatat sedikit menurun, impor justru mengalami peningkatan seiring meningkatnya aktivitas ekonomi nasional. Muslim menilai kondisi tersebut menunjukkan perputaran ekonomi tetap berjalan dan belanja negara memberi dampak terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
“Belanja negara ternyata berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, terutama dari sisi konsumsi pemerintah,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Muslim juga meluruskan isu yang berkembang di masyarakat dan media sosial mengenai kondisi APBN yang disebut hanya mampu bertahan selama dua minggu. Ia menegaskan informasi tersebut tidak benar karena kondisi APBN hingga 31 Maret 2026 masih berada dalam kondisi kuat dan terkendali.
Pendapatan negara pada triwulan pertama 2026 tumbuh 10 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya dan mencapai Rp574,9 triliun. Sementara belanja negara juga meningkat menjadi Rp815 triliun dengan posisi defisit tetap rendah di angka 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
“APBN kita semakin kuat walaupun memang dirancang dalam posisi defisit sejak awal,” kata Muslim.
Muslim menjelaskan peningkatan belanja negara pada awal tahun dipengaruhi dorongan berbagai program pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Peningkatan belanja pemerintah tersebut turut menjaga daya beli masyarakat dan mendorong aktivitas ekonomi nasional tetap tumbuh positif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....