Keluarga Merupakan Gereja Mini Pelayanan di Dunia
- 20 Apr 2026 14:05 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Tual - Pendeta Ny. J. Kalayukin/F, S.Th dalam Ibadah Minggu Ke- III bulan April di Gereja Anugrah Ohoijang Langgur, menekankan, setiap keluarga, kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat Pada minggu ke-3 bulan April ini pemberitaan firman Tuhan diarahkan yaitu Transformasi gereja rumah anda atau keluarga menjadi gereja domestik yang sangat spiritual, ekonomis, dan sosial, Minggu (19/4/2026).
Dikatakan, Relevansi bagi Gereja Rumah Tangga, Teguran Nehemia sangat relevan untuk membangun fondasi keluarga yang takut akan Tuhan saat ini, sebab Takut akan Allah di Rumah dalam Keluarga.
Kehidupan yang takut akan Allah dimulai dari rumah tangga, bukan hanya di tempat ibadah. Suami/istri harus memimpin keluarga dengan integritas, bukan penindasan, selain itu Pengelolaan Keuangan dan Kepedulian Sosial.
Keluarga Kristen (gereja rumah tangga) dipanggil untuk tidak serakah, peduli kepada yang lemah, dan tidak menggunakan cara-cara yang tidak adil, dan Keluarga harus menguduskan waktu untuk Tuhan di tengah kesibukan kerja, menjadikan rumah sebagai tempat ibadah yang aktif.
Kekudusan Pernikahan, menekankan pentingnya membangun keluarga yang berpusat pada iman yang sama kepada Kristus, agar keturunan tidak kehilangan iman, dan menjadi teladan dengan berdoa .
Nehemia adalah seorang pemimpin yang berapi-api yang membawa pembaharuan, mengajak umat untuk kembali pada firman Allah, dan membangun kembali moralitas bangsa yang rusak
Gereja rumah tangga dalam lingkup Gereja lewat konsep teologis yang menempatkan keluarga sebagai unit terkecil atau "gereja mini" (ecclesia domestica) tempat pendidikan dan asuhan iman pertama kali diberikan.
Keluarga dipandang sebagai mitra strategis gereja dalam menjalankan misi di tengah dunia, di mana setiap anggota keluarga (ayah, ibu, dan anak) saling menopang dalam persekutuan iman.
Berikut adalah aspek-aspek utama dari gereja rumah tangga dalam tradisi GPM:
Pusat Pembinaan Iman (Binakel): Melalui program Pembinaan Keluarga (Binakel), kepala keluarga dilatih untuk memimpin ibadah, pengajaran iman, dan penanaman nilai etika di rumah.
Basis Misi dan Pelayanan: Rumah tangga diharapkan menjadi tempat yang ramah bagi sesama dan menjadi "Rumah Doa" yang mendukung kegiatan sektor atau unit pelayanan gereja.
Praktik Diakonia Nyata, Keluarga didorong untuk mempraktikkan keramahtamahan dan bantuan sosial (diakonia) secara langsung kepada anggota jemaat lain yang membutuhkan.
Konsep ini menekankan bahwa spiritualitas tidak hanya dibangun di gedung gereja, tetapi harus berakar kuat di dalam aktivitas keseharian di rumah masing-masing anggota jemaat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....