Warga Dobo Antri Minyak Tanah guna Mendapatkan Pasokan
- 20 Apr 2026 04:30 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Tual - Kelangkaan Minyak Tanah (Mitan) terlihat di sejumlah pangkalan di kota Dobo dan wilayah sekitarnya dalam kurang waktu beberapa hari terakhir. Kondisi ini memaksa warga untuk harus mengantri di sejumlah pangkalan, demi mendapatkan bahan bakar kebutuhan rumah tangga tersebut.
Pantauan RRI pada Jumat (17/4/2026) membenarkan antrian panjang warga di sejumlah pangkalan minyak tanah, sejak pagi dan sore hari. Bahkan terlihat sebagian warga memilih datang lebih awal untuk memastikan kebagian pasokan yang jumlahnya terbatas. Situasi tersebut kerap terjadi dan memicu kerumunan di lokasi distribusi.
Salah satu warga engan namanya terpublikasi mengaku, pihaknya sangat kesulitan memperoleh minyak tanah dalam beberapa hari terakhir. Ia bahkan harus bolak-balik ke pangkalan karena stok cepat habis.
“Sudah beberapa hari ini susah sekali dapat minyak tanah. Harus datang tepat waktu supaya kebagian,” ujarnya.
Kelangkaan ini berdampak langsung pada aktivitas rumah tangga, terutama bagi warga yang masih bergantung pada minyak tanah sebagai bahan bakar utama untuk memasak. Sebagian masyarakat terpaksa mencari alternatif lain, meski harus menebus dengan harga yang lebih mahal.
Di sisi lain, sistem distribusi minyak tanah di wilayah Dobo saat ini berbasis pendataan warga di tingkat Rukun Tetangga (RT). Warga yang tidak terdaftar di wilayah tertentu kerap mengalami kesulitan untuk memperoleh pasokan dari pangkalan setempat.
“Sistem ini sebenarnya baik, tapi kalau stok di pangkalan lain kosong, warga yang tidak terdaftar jadi kesulitan”, kata warga tersebut.
Dikatakan, dirinya serta wargai lain di sekitarnya telah menyuarakan terkait susahnya mendapatkan minyak tanah, namun kondisi yang sama masih dialami. Olehnya itu, warga berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait, segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi keterbatasan pasokan minyak tanah, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dan aktivitas rumah tangga kembali normal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....