Umat Katolik Dobo Gelar Misa Syukuran Hari Raya Santo Josep

  • 20 Mar 2026 09:20 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Tual : Misa Syukuran Hari Raya Santo Yosep, Suami Santa Perawan Maria, dilaksanakan di Gereja Stasi Santo Yosep Dobo pada Kamis malam (19/3/2026). Perayaan Ekaristi dimulai pukul 20.00 WIT dan berlangsung dengan penuh khidmat.

Misa dipimpin oleh RD Roland Ignatius Renwarin sebagai selebran utama, didampingi RP Tino Ulahaiyanan MSC sebagai konselebran, serta para imam lainnya yakni RD Corsand Rahaded, RD Leo Laiyan, RD Teddy Daskely, Pastor Benny, dan para frater. Perayaan ini mengusung tema tentang keteladanan Santo Yosep yang menjalankan perannya dengan sepenuh hati, dalam keheningan, tanpa kritik, tanpa menjelekkan orang lain, serta tanpa gosip.

Perayaan tersebut dihadiri umat Stasi Santo Yosep dari tujuh rukun, Ketua Dewan Pastoral Paroki Antonius Maru, Ketua Dewan Stasi Menase Boger, Sekretaris DPS Yos Sudarso Labok, para ketua rukun, suster, serta tamu undangan lainnya.

Dalam homilinya, RP Tino Ulahaiyanan mengangkat sosok Santo Yosep sebagai figur agung di antara orang kudus. Ia menggambarkan Santo Yosep sebagai pribadi dengan kekuatan rohani besar yang menunjukkan ketaatan radikal dan kerja keras dalam keheningan. Menurutnya, kebajikan sejati tidak membutuhkan pengakuan, dan pelayanan yang tulus terbebas dari kesombongan.

“Ia mengajarkan kita sebuah kebenaran yang paham, bahwa kebajikan yang sejati sama sekali tidak membutuhkan tepuk tangan, dan pelayanan yang paling murni seringkali tidak memisahkan ruang bagi kesombongan diri kita”, kata RP Tino Ulahaiyanan.

Lebih lanjut dijelaskan, Santo Yosep merupakan keturunan Raja Daud, namun hidup sederhana sebagai seorang tukang kayu di Nazaret. Ia dipilih Allah karena ketulusan dan kebenaran hatinya, serta kesediaannya menjadi pelindung Maria dan Yesus. Dalam situasi sulit, Yosep rela menanggung risiko besar demi menjaga kehormatan Maria dan keselamatan Yesus, termasuk ketika harus mengungsi ke Mesir untuk menghindari ancaman Raja Herodes.

RP Tino juga menekankan bahwa keteladanan Santo Yosep tercermin dalam pengorbanan dan tanggung jawabnya sebagai seorang ayah, yang tidak mencari pujian, melainkan setia dalam tugasnya. Seluruh hidupnya menjadi kesaksian iman yang nyata, meskipun tanpa meninggalkan tulisan teologis.

“Dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang bapak, seorang ayah, Yosef mematangkan gagasan Fakulitas duniawi yang seringkali diukur dari dominasi ego dan kekuasaan. Sikap kebapakannya adalah penerapan yang total dan pengorbanan yang berdarah-darah”, kata RP Tino Ulahaiyanan pula.

Usai homili, perayaan dilanjutkan dengan pelantikan dan pemberkatan ketua-ketua lingkungan Stasi Santo Yosep Paroki Santa Maria de Fatima Dobo. Misa kemudian ditutup dengan berkat penutup oleh RD Roland Ignatius Renwarin sekitar pukul 20.46 WIT.

Kegiatan dilanjutkan dengan santap malam bersama yang melibatkan umat dari tujuh rukun, sebagai wujud kebersamaan dan sukacita dalam perayaan iman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....