Umat Katolik Dobo Rayakan Minggu Prapaskah IV, Refleksikan Terang dan Ketaatan
- 18 Mar 2026 13:22 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Tual : Umat Katolik di seluruh dunia memasuki Minggu Prapaskah ke-4, termasuk umat di Gereja Santo Yosep Dobo, yang menggelar perayaan Ekaristi pada Minggu (15/3/2026) pagi. Misa yang dimulai pukul 08.00 WIT tersebut dipimpin oleh RD Roland Ignatius Renwarin sebagai selebran utama, didampingi frater, dengan mengusung tema “Allah Bersukacita.”
Dalam homilinya, Pastor Renwarin mengangkat kisah Injil tentang seorang yang buta sejak lahir dan disembuhkan oleh Yesus. Ia menegaskan bahwa kisah tersebut menjadi pengingat bagi umat bahwa di tengah perjalanan pertobatan dan perjuangan rohani selama masa Prapaskah, Tuhan hadir sebagai sumber terang bagi kehidupan manusia.
“Melalui Injil hari ini, kita diingatkan bahwa Tuhan senantiasa mendengarkan dan mengabulkan permohonan umat-Nya. Seperti Yesus yang menyembuhkan orang buta sejak lahir, demikian pula Tuhan menghadirkan terang di tengah kegelapan hidup kita,” ujar RD Roland I Renwarin.
Pastor Renwarin menjelaskan bahwa penderitaan atau persoalan hidup kerap dikaitkan dengan dosa. Namun, ia mengajak umat untuk melihatnya dari sudut pandang iman, yakni sebagai kesempatan untuk memuliakan Allah. Dalam kisah Injil tersebut, Yesus justru menunjukkan kuasa Allah dengan menyembuhkan orang yang menderita, sehingga ia mengalami perubahan hidup dan menjadi taat kepada Tuhan.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya ketaatan dalam kehidupan beriman. Menurutnya, doa tanpa ketaatan belumlah sempurna, sebab ketaatan merupakan rahmat yang membawa umat pada kasih Allah.
“Kita sering berdoa, tetapi lupa untuk taat. Padahal, buah dari ketaatan adalah kasih Allah itu sendiri. Mujizat bukan hanya soal hasil, tetapi juga proses iman yang dijalani dengan setia,” Kata Pastor Renwarin.
Ia juga menyinggung sikap orang-orang Farisi dalam Injil yang tetap keras hati meski menyaksikan karya Tuhan. Sikap tersebut, menurutnya, masih kerap ditemukan dalam kehidupan umat masa kini, ketika seseorang merasa paling benar dan sulit melihat karya Allah dalam hidupnya.
Sebaliknya, orang yang disembuhkan justru menunjukkan iman yang sederhana dan jujur. “Ia berkata, ‘Dahulu aku buta, tetapi sekarang aku melihat.’ Ini menandakan perjumpaan sejati dengan Tuhan yang membawa pertobatan dan pembaruan hidup,” ujar RD Roland I. Renwarin.
Mengakhiri homilinya, Pastor Renwarin mengajak umat untuk berefleksi selama masa Prapaskah. Ia mengingatkan bahwa Tuhan adalah sumber terang sejati, namun manusia sering kali masih “dibutakan” oleh dosa, hawa nafsu, dan kedengkian.
“Melalui Prapaskah ini, Yesus mengajak kita untuk membuka mata hati, memperbarui iman, dan semakin percaya kepada-Nya,” pesan Pastor Renwarin.
Perayaan Ekaristi ditutup dengan berkat penutup oleh Pastor RD Roland Ignatius Renwarin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....