SMP Karel Sadsuitubun Optimalkan Pengayaan jelang TKA

  • 24 Feb 2026 15:33 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Kepala SMP Karel Sadsuitubun Langgur, Mariana Atbar menjelaskan, dalam aktivitas Pembelajaran Kurikulum yang digunakan saat ini yakni kurikulum merdeka, dan progres penggunaan Kurikulum Deep Learning sesuai Program Kementerian Pendidikan, masih dalam tahapan Penjajakan, Selasa (24/2/2026).

“Terkait kelas 9, persiapannya itu pada dasarnya, ujiannya itu sekarang ada penambahan satu ujian namanya TKA, tes kemampuan akademik. Itu difokuskan untuk kelas-kelas akhir di tiap tingkatan”, ucap Atbar.

Menurutnya, Secara Khusus di SMP Karel, persiapan untuk kelas 9 pada dasarnya telah diawali ujian praktik, pada minggu kedua bulan Februari, dari tanggal 9 hingga tanggal 13 Februari, dan persiapan untuk TKA.

“Kenapa ujian praktik kami dahulukan, Mengingat Bulan puasa, dan tidak mungkin kami lakukan segala ujian, khususnya ujian praktik, itu bulan puasa, bukan hanya Muslim, tetapi juga kami yang Katolik, ini menjadi kebijakan sekolah’, ujar Atbar.

Atbar mengaku, SMP Karel Sadsuitubun satu-satunya sekolah yang melakukan ujian praktik, di Kabupaten Meluku Tenggara, tingkat SMP, mendahului ujian-ujian yang lain dan berkat campur tangan Tuhan, semuanya berjalan dengan baik, aman, lancar, pada dasarnya sukses tanpa kendala.

Sehubungan dengan Pembekalan menjelang Pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik, tandas Atbar , kegitannya didahului Simulasi bagi para Peserta Ujian di kelas 9, tanggal 25- 26 Februarai 2026 dan penguatannya telah dilalui pada masa masuk semester baru.

Atbar juga mengurai, sebelumnya dilakukan Pertemuan resmi bersama Para Guru untuk mengandekan persiapan-persiapannya, terhadap pelaksanaan TKA, diantaranya fokus pada 2 Mata Pelajaran Unggulan yakni Matematika dan Bahasa Indonesia.

“Dalam tatap muka satu minggu, untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika itu dua kali, dalam satu minggu. Kalau untuk mata pelajaran lain, itu hanya satu kali, lalu aktivitas les ini, pada dasarnya kami melekat dengan jam pembelajaran. Kenapa kami lakukan ini, mengingat ada anak-anak yang tinggal di luar dari wilayah kota”, tegasnya.

Selaku Kepala Sekolah, Atbar juga mengemukakan, TKA hanya pada 2 Mata Pelajaran, namun terdapat mata pelajaran PKN, IPS, Agama, Prakarya, Informatika, Mulok, akan tetapi untuk mata pelajaran seperti Informatika, Mulok, dan Prakarya, pihaknya lebih memfokuskan pada Praktikum.

Atbar mengkalkulasi jumlah Peserta Ujian TKA dalam Tahun pelajaran 2025/2026 diantaranya

40 Pelajar dengan 2 Rombel sesuai Dapodik sekolah, slain itu metode ujian akan dilangsungkan ujian Online pada 3 tahapan ujian yang diawali simulasi.

Simulasinya SMP KRL tanggal 25-26, hari Rabu dan Kamis, dan mereka ada dalam 3 sesi. Dari keterdirian tenaga guru kita, ada mata-mata pelajaran yang nanti diberikan. Persiapan kemudian juga untuk mengakomodir kebutuhan siswa kita di SMP KRL ini.

“Untuk ruang belajar sendiri, SMP Karel sudah sangat memadai untuk ruang belajarnya. Dan kalau untuk tenaga, khusus untuk mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia, karena itu penting untuk TKA, kebijakan yang dilakukan sekolah adalah penambahan guru di luar “, tuturnya.

Atbar menjelaskan,Guru khusus Bahasa Indonesia, berasal dari SMP Negeri 1 Kei Besar yang juga Alumni dan dipindahkan ke SMP Karel untuk melengkapi kekurangan Jam mengajar, sementara Matematika, penambahan 1 Guru dari SMP N 13, Ibu Lauren Yamlean.

“Ya, kami berpikir bahwa mungkin anak-anak dengan guru yang ada, mungkin jenuh atau butuh suasana yang baru dengan guru yang baru. Oleh karena itu, kami datangkan guru tersebut dan sudah mulai berproses dari bulan Februari. Kami sekarang totalnya 21 guru”, tandasnya.

Atbar memberikan Apresiasi atas perhatian dinas pendidikan terhadap kekurangan Guru , dan mengalokasikan 2 Tenaga Guru PPPK, masing masing Guru IPA dan PKn, yang masih dibutuhkan yakni Guru Matematika.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....