Khutbah Idul Adha Soroti Krisis Moral dan Keteladanan Nabi Ibrahim AS

  • 28 Mei 2026 17:38 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Tual : Khutbah Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Al Furqon Bandara Karel Sadsuitubun, Ibra, Maluku Tenggara, Rabu 27 Mei 2026, menyoroti pentingnya keteladanan Nabi Ibrahim AS di tengah tantangan moral masyarakat modern. Khutbah disampaikan oleh Sekretaris II PHBI Maluku Tenggara, Kamaludin Asyik, S.Kep., Ns., yang juga menjabat Sekretaris Paguyuban Manunggal Jati Maluku Tenggara dan Kota Tual.

Dalam penyampaiannya, Kamaludin menjelaskan bahwa pengorbanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail mengandung pesan besar tentang keikhlasan dan kepatuhan total kepada Allah SWT. Ia menilai setiap manusia memiliki “Ismail” dalam hidupnya, berupa sesuatu yang sangat dicintai seperti jabatan, harta, popularitas, maupun ego pribadi.

Ia menegaskan bahwa makna kurban tidak berhenti pada penyembelihan hewan semata, tetapi juga penyucian hati dari kesombongan dan kerakusan. Menurutnya, banyak orang mampu berkurban secara materi, namun belum tentu mampu mengendalikan hawa nafsu dan kepentingan duniawi dalam dirinya.

“Kurban bukan sekadar ritual penyembelihan hewan, tetapi sebuah pelajaran besar tentang penyucian hati dan penghambaan kepada Allah SWT. Di balik tetesan darah kurban, ada pesan agar manusia belajar menyembelih kesombongan yang membuat diri merasa paling benar, menyembelih ego yang selalu ingin diutamakan, menyembelih kerakusan yang tidak pernah merasa cukup, serta menyembelih cinta dunia yang berlebihan hingga melalaikan akhirat”, kata Kamaludin.

Kamaludin turut menyinggung kondisi bangsa yang masih menghadapi persoalan ketidakadilan, korupsi, kesenjangan sosial, dan menurunnya nilai amanah. Ia menyebut semangat individualisme yang semakin kuat menjadi tantangan serius karena perlahan mengikis rasa empati dan kepedulian terhadap sesama.

Melalui momentum Idul Adha, jamaah diajak membangun kembali nilai pengorbanan, persatuan, dan akhlak mulia dalam kehidupan bermasyarakat. Ia berharap semangat kurban mampu melahirkan generasi yang menjunjung kejujuran, keadilan, serta ketakwaan demi kemajuan bangsa dan kesejahteraan masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....