Minim Tenaga Guru Mantan Kepala SD Kristen Mesiang Prihatin
- 20 Feb 2026 13:56 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Tual : Wacana penarikan tenaga ASN yang mengabdi di sekolah swasta ke wadah yang dimiliki oleh pemerintah, berdampak pada perkembangan pendidikan di sejumlah sekolah. Hal ini diungkapkan oleh Plt. Kepala SD Inpres Negeri Mesiang, Kecamatan Aru Selatan Timur, Kabupaten Kepulauan Aru, Peros Kwarbola.
Ditemui pada kediaman salah satu Ketua RT di Kelurahan Siwalima, Kecamatan Pulau-pulau Aru, Rabu (18/02/2026), Kwarbola mengatakan, sebelum menjabat sebagai pimpinan pada sekolah saat ini, dirinya adalah Kepala SD Kristen 1 Mesiang, selama 3 tahun. Jabatan Kepala Sekolah pada SD K. 1 Mesiang akhirnya dilepas, karena dipengaruhi dengan merebaknya rencana implementasi Permendikbud Nomor 15 tahun 2018, tentang pemenuhan beban kerja guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah, di mana akan ditarik guru dan tenaga kependidikan dari sekolah yayasan ke sekolah negeri.
Pemberlakuan aturan tersebut turut berdampak bagi para guru ASN, bila terus mengabdi pada sekolah swasta, yang akan mengalami hambatan dalam pengusulan kenaikan pangkat, dan sejumlah persoalan lainnya. Hal ini mengakibatkan SD Negeri Mesiang didirikan, dan Kwarbola dipercayakan sebagai Plt. Kepala Sekolah.
“Kami pernah menjadi Kepalas Sekolah di SD Kristen 1 Mesiang, 3 tahun di sana, lalu tahun 2024 itu, kami dirikan SD Negeri, karena aturan yang mengatur PNS akan ditarik dari Yayasan, akhirnya kami dirikan SD Negeri. Setelah sekolah Negeri ada, lalu saya dipercayakan sebagai Plt. Kepala SD Negeri Mesiang”, kata Kwarbola.
Kwarbola menjelaskan, sekolah negeri yang dipimpinnya baru memiliki dua tingkatan kelas, dengan jumlah siswa 86 orang. SD Negeri Mesiang sendiri belum memiliki gedung sekolah, sehingga kegiatan belajar mengajar masih menggunakan 2 ruangan milik SMP Negeri Mesiang
Sementara itu, dua sekolah yayasan yang sebelumnya menjadi tempat belajar generasi muda setempat, terimbas dari pemberlakuan aturan tersebut. Dikatakan, SD Kristen 1 Mesiang saat ini hanya memiliki 1 tenaga pendidik, yakni Kepala Sekolah (Kepsek), sedangkan SD Kristen 2 Mesiang langsung ditangani oleh Pendeta di jemaat setempat.
“Kelas I jumlah siswanya 37, kelas II 46 siswa, jadi seluruhnya berjumlah 83 siswa. Sedangkan untuk 2 SD Yayasan di Mesiang, karena kekurangan guru, sehingga SD Kristen 1 hanya 1 guru yaitu Kepala Sekolah, sedangkan SD Kristen 2 itu cuma Pendeta sendiri”, kata Kwarbola pula.
Minimnya jumlah tenaga pengajar turut mempengaruhi kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah Yayasan di desa Mesiang, dan mengundang keprihatinan mantan Kepala SD K. 1 Mesiang. Dijelaskan, seratus lebih siswa di kedua sekolah tersebut belum mengikuti pelajaran dengan baik, karena keterbatasan tenaga pendidik di sekolahnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....