Unpatti Luncurkan PPDS untuk Jawab Kekurangan Dokter Spesialis

  • 10 Feb 2026 15:06 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon meluncurkan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) sebagai langkah strategis menjawab keterbatasan tenaga dokter spesialis di wilayah kepulauan Maluku. Program ini diarahkan untuk memperkuat layanan kesehatan rujukan dan meningkatkan kualitas pelayanan medis di daerah terpencil, Selasa (10/2/2026).

PPDS yang resmi dibuka mencakup tiga bidang, yakni Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Bedah, serta Obstetri dan Ginekologi. Peluncuran berlangsung di Aula Fakultas Kedokteran Unpatti dan diikuti secara daring oleh pemangku kepentingan di sektor pendidikan dan kesehatan.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Rektor Universitas Pattimura bersama Bupati Maluku Tenggara, Muhammad Thaher Hanubun, sebagai bentuk dukungan institusional terhadap pengembangan sumber daya manusia kesehatan di Maluku.

“Program Pendidikan Dokter Spesialis ini merupakan investasi strategis untuk memperkuat kualitas pelayanan kesehatan dan menjawab kebutuhan nyata masyarakat di daerah kepulauan,” ujar Bupati Thaher.

Pembukaan PPDS ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan pendidikan kedokteran di kawasan timur Indonesia yang selama ini masih bergantung pada distribusi dokter spesialis dari luar daerah. Keberadaan program ini diharapkan mempercepat pemerataan tenaga medis sekaligus menekan ketimpangan layanan kesehatan antarwilayah.

Rektor Unpatti Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy menegaskan, pengembangan PPDS merupakan bagian dari komitmen kampus dalam mendukung kebijakan nasional bidang kesehatan dan memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan daerah.

“Unpatti berkomitmen mencetak dokter spesialis yang kompeten dan berdaya saing, sekaligus membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan fasilitas layanan kesehatan,” kata Leiwakabessy.

Dengan diluncurkannya PPDS tersebut, Fakultas Kedokteran Unpatti menegaskan posisinya sebagai pusat pengembangan pendidikan dan layanan kesehatan rujukan di kawasan timur Indonesia. Program ini juga diharapkan menjadi fondasi berkelanjutan dalam membangun sistem kesehatan yang inklusif dan berkeadilan di Maluku.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....