BPS Maluku Tenggara Capai 61,24 Persen Penginputan Data Per Juli 2026
- 21 Jul 2026 12:17 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur - Kepala BPS Maluku Tenggara, Freddy Abrahams kepada rri.co.id menyatakan, pelaksanaan Sensus Ekonomi di Kabupaten Maluku Tenggara merupakan program nasional yang dilaksanakan di seluruh Indonesia untuk menggambarkan Progres Pembangunan di daerah sejalan Program Nasional, Selasa (21/7/2026).
“Lebih umumnya dan khususnya sensus ekonomi ini mulai dilaksanakan pada tanggal 15 Juni kemarin dan nantinya akan berakhir pada tanggal 31 Agustus. Sejauh ini berdasarkan evaluasi yang kami dapatkan di BPS Maluku Tenggara untuk pelaksanaan lapangan sensus ekonomi kita sudah berada di 61,24 persen pelaksanaan lapangannya,” ucap Abrahams.
Freddy menyimpulkan, berbagai upaya dilalui mengingat jadwal pelaksanaan yang tersisa 1 bulan, dirinya memiliki keyakinan untuk mencapai target sebelum waktunya berakhir sesuai dengan jadwal yang ditentukan.
“Kami menyadari bahwa kondisi Geografis di Kabupaten Maluku Tenggara yang Geografisnya Kepulauan ini merupakan satu tantangan tersendiri bagi teman-teman petugas di lapangan. Tapi tentu ini bukan menjadi sebuah kendala yang menghambat pelaksanaan sensus ekonomi 2026. Tentu ada berbagai macam strategi, berbagai macam solusi ketika menghadapi cuaca yang buruk dan sebagainya,” tegasnya.
Freddy mengevaluasi capaian petugas BPS yang diperoleh hingga saat ini, sejalan progres Maluku, Maluku Tenggara berada di peringkat ketiga tertinggi untuk 11 Kabupaten Kota. Sebelumnya itu ada Kota Tual di peringkat pertama, peringkat kedua Buru Selatan .
”Sejauh ini jumlah petugas kita yang terlibat dalam sensus ekonomi ini ada 82 petugas PPL( Petugas Pendataan Lapangan), dan 14 PML (Petugas Pemeriksa Lapangan). Nah, sampai sejauh ini memang ada beberapa permasalahan, ada kurang lebih 7 petugas yang telah mengundurkan diri, tapi kita sudah melakukan penggantian petugas sesuai dengan SOP,” terangnya.
Freddy menekankan, tanggung jawab para mitra dalam melaksanakan tugas sesuai prosedur untuk menjalankan amanah yang diberikan BPS dan sangat optimis bahwa sesuai dengan target progres di bulan Juli, dapat mencapai 75 persen, hingga di akhir bulan Juli maupun 31 Agustus kita sudah ada di 100 persen.
“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah daerah, khususnya Pak Bupati yang telah mendukung kegiatan sensus ekonomi ini dengan sangat baik. Hal ini dapat dilihat dari penerimaan petugas di lapangan, di mana seluruh kepala Ohoi maupun seluruh Camat ini sudah dapat menerima petugas,” tuturnya.
Lebih jauh Freddy mengaku, masih terdapat beberapa Ohoi yang telah mengumpulkan masyarakat, menginformasikan kepada masyarakat terkait dengan penerimaan petugas dan beberapa Ohoi tertentu, itu Kepala Ohoinya menyampaikan memprioritaskan kegiatan sensus sebelum agenda lain dilaksanakan.
“Ini merupakan satu feedback positif yang sangat baik bagi kami dalam pelaksanaan di lapangan. Nah tentu dukungan dari para Camat dan kepala Ohoi tentu tidak kelepas dari surat edaran Pak Bupati yang telah kami sampaikan kepada setiap camat dan kepala Ohoi , sehingga proses di lapangan juga dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Freddy mengulas terdapat beberapa penolakan-penolakan dari masyarakat, namun dilakukan pendekatan, menjelaskan tujuan daripada sensus ekonomi warga menerima dan memberikan data sesuai dengan kondisi sebenarnya. Pelaksanaan sensus ekonomi 2026, berbeda dari pelaksanaan sensus ekonomi 2016 lalu diantaranya Penggunaan Kuisioner.
Freddy menerangkan, Sensus ekonomi sebelumnya masih menggunakan Kuisioner , namun untuk SE 2026 ini sudah menggunakan tablet, artinya Aplikasi Kuisioner elektronik, digital, guna proses pengolahan data saat pengumpulan data di lapangan.
“Ketika petugas selesai melakukan pendataan, data itu langsung terkirim ke server pusat. Jadi kami di Kabupaten pun tidak memiliki data hasil sensus ekonomi,” ungkapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....