Iman Wajib Dibarengi Persatuan Umat

  • 09 Feb 2026 16:45 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Tual - Pastor Paroki Tual, RP.Frans Lesomar, MSC pada Perayaan Misa Kudus Minggu Biasa Ke-V dalam kotbahnya menegaskan, persatuan umat menjadi  satu hal yang harus dijaga, dirawat, dipelihara dengan baik dalam Pergumulan hidup mulai dari Level Rukun, Stasi hingga Paroki, Minggu (8/2/2026).

“Jadi kita jaga  dari umat   Rukun, jaga persatuan  dengan baik, bangun kesatuan umat dan membangun persaudaraan sejati”, ungkapnya.

Dikatakan, kesatuan ini diwujudkan dalam Panggilan Iman Katolik akan ada dalam Pemahaman dan praktek ketaatan,  sebab Gereja akan tetap bertahan berkat terang Roh Kudus  yang taat dan sempurna untuk menjadi saksi -saksi Kristus ditengah dunia.

“Kita kembali dari Rukun, Pemimpin Rukun,  pengurus rukun atau pengurus kelompok kategorial, , yang mengajak umat untuk tidak boleh bersatu dengan orang-orang lain, tolong  tegur dia”, tandas Pastor Lesomar.

Pastor Frans juga mengajak Umat  untuk tidak menjadi Pemimpin yang mengajak  umat untuk melakukan Perpecahan dalam Iman, namun harus membangun  persatuan, bekerjasama, saling menghormai dan mencintai satu dengan yang lain.

“Semua tolong perhatikan konsep kaderisasi, untuk mengandalkan orang lain, Supaya gereja ini tetap hidup dan dinamis, Kita juga harus membuka pintu sedikit untuk orang-orang lain, agar semua berkembang”, ujarnya.

Menurut Pastor Lesomar, Yesus mengumpakan  Umat yang percaya adalah garam Dunia, dan Efek penggunaan Garam secara berlebih-lebihan akan menimbulkan efek buruk pada Kesehatan, olehnya itu Firman Tuhan jika garam tak ada gunanya lagi, tak ada lagi  manfaatnya dan hanya dibuang, dan  hal Negatif perlu dibuang dalam Kehidupan umat yang percaya.

“Kita adalah Garam Dunia dan menjadi saksi Kristus yang kita Imani,   maka apa yang diajarkan Kristus mampu dilaksanakan dalam Hidup Kita setiap hari”, tuturnya.

Pastor Lesomar juga mengajak semua umat,  membantu sesama tanpa melihat latar belakang orang lain, Suku, Agama, Ras dan Adat istiadat, sebab sesama menjadi  mahkluk sosial ciptaan Tuhan yang sama dan sederajat.

“Kalau kita bersekutu memanggil nama Tuhan maka Dia akan menjawab, Kita punya iman kepada Allah dan tinggal dalam sanubari kita, dan ungkapan iman perlu kita nyatakan dalam  perbuatan kita setiap hari yang disabdakan dalam Injil”, ulas Pastor Lesomar.

Pastor Frans  menilai, aplikasi Firman  dalam tutur kata dan perbuatan, sekalipun pada hal  kecil dan sederhana, dan menjadi saksi tidak  membutuhkan Bahasa intelektual namun bahasa sederhana yang dapat disampaikan kepada orang Percaya, yaitu Pengampunan.

Pastor Frans juga mengutip Firman Tuhan Yesus, bahwa Pengampunan terhadap Setiap orang yang berdosa  misalkan Zakheus, Maria Magdalena  yang melakukan banyak Dosa , namun untuk memperoleh Kasih Allah , Yesus mengajak  mereka untuk kembali kepada Allah.

“Yesus telah disalibkan namun tetap memohon Bapa-Nya  untuk memberikan Pengampunan bagi orang  yang  menyalibkannya, dan juga dikuatkan Rasul Paulus  untuk menuruti semua Perintah Allah demi memperoleh Keselamatan”, tutupnya.

 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....