PKK Tual Tetapkan Ohoi Taar Jadi Kampung Kelor

  • 06 Feb 2026 15:35 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Tual - Ketua TP PKK Kota Tual  Hj. Sany Rumra menjelaskan, Dalam rangka pencanangan Kota Tual, Kota Kelor, hal ini telah dicontohkan oleh Ohoi Taar sebagai Ohoi percontohan dari 27 Desa di Kota Tual, dengan harapan  program ini mampu mewujudkan  kemandirian, pangan untuk keluarga, Jumat (6 /2/2026).

Kelor sebagai tanaman yang bisa membuat lingkungan yang Asri,  Kelihatan hijau, kelihatan tentram dan sejuk dan Kelor juga menjadi sumber pangan yang bernilai ekonomis tinggi”, ujar Ketua TP PKK Kota Tual.

Dikatakan Hj. Sany  manfaat Positif  Kelor bernilai ekonomis tinggi dengan memiliki kandungan gizi yang cukup lengkap, sehingga ini diharapkan menjadi sumber pangan bagi keluarga dan  menekan tingkat inflasi yang sedang dihadapi oleh Kota Tual saat ini.

“Selain itu,  program Penanaman Kelor, memberikan solusi terhadap masalah stunting atau kurang gizi yang terjadi di masyarakat  dan solusi  bagi anak-anak yang kekurangan gizi, serta menjadi program  yang mempu dilakukan oleh seluruh masyarakat yang ada di Kota Tual , berdampak signifikan  bagi keluarga di Kota Tual”, ungkapnya.

Menyikapi Prestasi Ohoi Taar  yang memperoleh Juara I dalam Lomba Desa Pelaksana terbaik Tingkat Propinsi Maluku, Hj.Sany Rumra menegaskan, Ohoi Taar menjadi contoh pemenang 10 program PKKK untuk 11 Kabupaten/Kota yang ada di Maluku, olehnya itu, memberikan sebuah pelajaran bagi semua pihak  bahwa kekompakan, semangat yang terbangun antar masyarakat  dapat memujudkan cita-cita Bersama.

“Cita - cita bersama ini mewujudkan  kemandirian, kesejahteraan, dan kemudian bisa melestarikan lingkungan di Ohoi Taar”, kata Hj. Sany.

Menurutnya, perolehan Juara I, 10 program PKK ini,  menjadi acuan di desa - desa  lainnya  di Kota Tual, dan Ohoi Taar  menjadi contoh bagi desa-desa lainnya yang tentunya mendukung  sebuah sinergitas  yang baik antara masyarakat dan komunikasi TP PKK Kota Tual yang lebih Intensif.

“Semangat yang terbangun antara PKK yang ada di Ohoi dan PKK  yang ada di Kota Tual, sangat baik, dan kita yakin bahwa  ibu-ibu adalah contoh, ibu-ibu adalah simbol dari kemandirian sebuah keluarga, sehingga bisa menghasilkan keluarga-keluarga yang juga mandiri”, jelasnya.

Hj. Sany juga menilai sampah menjadi masalah bersama yang tidak dapat diselesaikan oleh satu atau dua orang, namun kesadaran dalam menjaga lingkungan yang bersih dan lestari memerlukan edukasi untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan dari efek buruk sampah.

“Edukasi membuat  masyarakat sadar bahwa sampah organik memiliki tempatnya masing-masing, sampah plastik juga memiliki tempat masing-masing, dan tentunya pengolahan antara sampah organik dan sampah plastik ini juga berbeda”, tandasnya.

Lebih lanjut Hj. Sany juga menerangkan, sampah plastik hanya  terurai setelah 30 tahun atau lebih dari 30 tahun, sementara sampah organik terurai  yang membutuhkan beberapa bulan , olehnya itu  sampah plastik membutuhkan analisis dan kajian bersama demi mencari solusi terbaik.

“Setelah melakukan  edukasi secara terus menerus bagaimana membuang sampah pada tempatnya, dan bagaimana mengolah sampah plastik ini sebagai bahan-bahan yang bernilai ekonomis tinggi, misalnya untuk daur ulang, atau pengolahan ke produk-produk UMKM yang lain, atau produk-produk rumah tangga yang lain”, ujarnya.

Dijelaskan, Penanaman Kelor yang dicanangkan khusus di Ohoi Taar sebagai Tahap Tanam sebanyak 200 Anakan Pohon berupa Stek yang ditanam mulai jalan Taar Baru hingga Ohoi Taar, melibatkan PKK Kota Tual, Dinas Pertanian, Pemerintah Ohoi dan Pengurus PKK Ohoi Taar.

“Manfaat Penanaman Kelor ini, nantinya  menciptakan lingkungan yang asri, hijau, kemudian udara yang sejuk, udara yang bersih, karena kita tahu bersama bahwa satu pohon itu dia menghasilkan oksigen bersih itu 1,2 kg oksigen ,menciptakan tanaman kelor yang banyak, menjadi sumber pangan”, ucap Hj. Sany Rumra.

Ketua TP PKK Kota Tual yakin, Penanaman  Komoditas Tanaman Kelor, menjadikan  lingkungan yang asri, enak dipandang, menciptakan udara yang bersih, sehingga ini menjadi sebuah kekayaan, lingkungan bagi masyarakat Taar, menjadi contoh  desa Kelor pada tahun 2022, akan menjadi panutan bagi Ohoi lainnya.

“Kita akan melakukan hilirisasi Kelor. Hilirisasi Kelor ini tentunya tidak saja menjadi sumber pangan keluarga, tapi juga akan menjadi sumber pendapatan bagi keluarga, dan  nanti di tahun depan,  manfaatnta  sudah banyak dirasakan masyarakat, maka kami akan melakukan hilirisasi dan berdampak pada peningkatan ekonomi keluarga”,tutup Hj. Sany.

 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....