Sasi SD Negeri Letman Dicabut Usai Mediasi Pemda

  • 05 Feb 2026 14:27 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Polemik pemasangan sasi di SD Negeri Letman, Kabupaten Maluku Tenggara, akhirnya berakhir setelah pemerintah daerah turun tangan. Sasi yang dipasang oleh tokoh adat dan masyarakat Ohoi Letman pada Rabu malam, 4 Februari 2026, dicabut usai digelar mediasi bersama seluruh pihak terkait,Kamis (5/2/2026).

Pemasangan sasi sekitar pukul 19.00 WIT tersebut sempat menghentikan aktivitas belajar-mengajar dan memicu perhatian publik. Aksi adat ini sebagai bentuk protes masyarakat terhadap kondisi internal sekolah yang dinilai tidak lagi kondusif.

Menindaklanjuti situasi ini, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Maluku Tenggara, Bin Raudah Arif Hanubun, bersama Camat Kei Kecil Yosep A. Dumatubun, mendatangi Ohoi Letman pada Kamis, 5 Februari 2026. Kunjungan itu turut didampingi Penjabat Kepala Ohoi Letman Paulinus Ongirwalu dan perangkat ohoi untuk membuka dialog dengan masyarakat.

Salah satu tokoh masyarakat Ohoi Letman, Rusyadi Tukloy, menilai pemasangan sasi merupakan bentuk puncak kekecewaan warga. Langkah adat tersebut diambil karena masyarakat merasa ruang dialog tidak lagi berjalan efektif.

“Pemasangan sasi ini dilakukan karena masyarakat menilai ada kebijakan dan sikap pimpinan sekolah yang menimbulkan kegaduhan internal,” kata Rusyadi.

Mediasi yang berlangsung di Kantor Ohoi Letman juga dihadiri Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maluku Tenggara Yohanis Bosko Rahawarin bersama Ketua dan anggota Komisi II. Dalam pertemuan tersebut, masyarakat menyampaikan kronologi pemasangan sasi, termasuk dugaan manuver jabatan, pembentukan kubu di antara guru, serta keterlibatan pihak luar dalam mempublikasikan persoalan sekolah.

Setelah dilakukan dialog dan disepakati bersama, sasi di SD Negeri Letman akhirnya dicabut di lokasi sekolah. Pencabutan dilakukan langsung oleh perwakilan pemasang sasi, Hj. Ayub Tukloy, dan disaksikan pemerintah daerah, DPRD, serta unsur masyarakat.

Hj. Ayub menegaskan selama berada di Ohoi Letman, dirinya tidak pernah menemukan tindakan serupa seperti yang terjadi saat ini di bawah kepemimpinan Plt. Kepala Sekolah SD Negeri Letman. Meski demikian, ia menegaskan komitmen masyarakat untuk mencabut sasi yang telah dipasang seiring kehadiran pemerintah daerah dan disaksikan seluruh pihak.

“Dengan kehadiran pemerintah daerah hari ini, kami sepakat mencabut sasi dan menyelesaikan persoalan melalui dialog,” ujar Hj. Ayub Tukloy.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....