Kementerian Agama Pertajam Program Prioritas KUA

  • 27 Jan 2026 15:31 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Tual - Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kota Tual, H. Echan Rumaf, S.Ag., menghadiri agenda Strategi Breakfast Meeting yang dipimpin langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. KH Nasaruddin Umar, pada Selasa (27/1/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Kementerian Agama RI ini digelar secara hybrid dan diikuti oleh seluruh pimpinan satuan kerja Kemenag se-Indonesia.

Forum ini menjadi ruang konsolidasi nasional untuk menyelaraskan kebijakan serta mempertajam arah program prioritas, khususnya terkait transformasi Kantor Urusan Agama (KUA).

Dalam arahannya, Menteri Agama menekankan bahwa KUA adalah garda terdepan sekaligus wajah Kementerian Agama di tengah masyarakat. Transformasi KUA bertujuan menjadi pusat layanan keagamaan yang profesional, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan umat.

“KUA tidak boleh lagi hanya dipandang sebagai tempat administrasi pernikahan. KUA harus bertransformasi menjadi pusat pelatihan keluarga sakinah, penguatan moderasi umat, hingga layanan sosial keagamaan berbasis masyarakat,” tegas Menag.

Menag juga memberikan catatan khusus mengenai penampilan dan peran kepala KUA:

  • Identitas dan Wibawa: Aparatur KUA harus tampil berbeda dengan menjaga ciri khas lokal yang berwibawa (seperti penggunaan peci dan kain), yang membedakan mereka sebagai tokoh agama sekaligus pejabat negara.
  • Kepekaan Sosial: Kepala KUA wajib memiliki wawasan luas terhadap dinamika ormas, elit politik, hingga gerakan aliran tertentu di wilayahnya.
  • Inklusivitas Layanan: KUA bertugas melayani seluruh rumah ibadah dan semua penganut agama tanpa kecuali, bukan hanya urusan masjid.
  • Penguatan Ekonomi: KUA diharapkan mampu mengedukasi umat mengenai zakat, infak, dan wakaf secara mendalam—termasuk literasi zakat emas dan pemberdayaan ekonomi umat.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Bimas Islam Prof. Amin melaporkan bahwa sepanjang tahun 2025, angka pencatatan pernikahan secara nasional mencapai 1.480.083 peristiwa.

Angka ini menunjukkan tren positif dibandingkan tahun 2024 yang mencakup 1.475.256 peristiwa, sekaligus memutus tren penurunan yang sempat terjadi sejak tahun 2022. 

Selain itu, tercatat peningkatan indeks kepuasan layanan KUA yang mencapai 86,03% serta penurunan angka perceraian sebesar 14,9% sebagai buah dari optimalisasi bimbingan perkawinan.

Menanggapi Arah Menag, Kakan Kemenag Kota Tual, H. Echan Rumaf, S.Ag., menyatakan kesiapan jajarannya untuk segera melakukan akselerasi di tingkat daerah.

“Kami di Kota Tual siap mengimplementasikan instruksi Gus Menteri. KUA di wilayah kami harus menjadi jembatan antarbudaya dan simpul harmoni. Saya menekankan kepada para Kepala KUA untuk tidak ragu membangun sinergi dengan Camat maupun Lurah. Meskipun terkadang ada munculnya kebijakan di lapangan, di situlah peran kita sebagai tokoh agama diperlukan untuk mengambil jalan tengah demi kemaslahatan masyarakat,” ujar Echan Rumaf.

H. Echan Rumaf pada kesempatan ini berharap, melalui transformasi ini, SDM Kemenag Tual—khususnya para Penghulu dan Kepala KUA - terus meningkatkan kompetensi diri dan lebih proaktif dalam menjemput bola.

“Harapan saya, KUA di Kota Tual benar-benar menjadi 'rumah besar' bagi seluruh umat beragama. Tidak hanya fasih bicara teknis pernikahan, tapi juga cakap dalam menentukan kalibrasi arah kiblat, hingga menjadi motor penggerak ekonomi umat melalui literasi zakat dan wakaf tunai yang tepat sasaran,” tambahnya.

Menutup rangkaian pertemuan tersebut, transformasi KUA diharapkan bukan sekadar perubahan papan nama, melainkan revolusi pelayanan yang menyentuh akar rumput dengan hati dan integritas.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi digital, KUA di masa depan akan berdiri kokoh sebagai pilar pembangunan nasional yang menjamin setiap warga negara mendapatkan hak layanan keagamaan secara cepat, mudah, dan berkeadilan.

 

 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....