Umat Islam Diimbau Menjaga Keutuhan Ibadah Puasa

  • 02 Mar 2026 11:25 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Tual - Umat Islam selayaknya bersyukur, karena dianugerahi Ramadhan yang hanya datang sekali dalam setahun, dengan berbagai keistimewaannya. Demikian khutbah Jumat yang disampaikan oleh Al Hafiz Habibullah di Masjid Nursalim Al Banjari kawasan Mangon Kota Tual, Jumat (27/2/2026).

Salah satu wujud ungkapan syukur tersebut, yaitu dengan berpuasa secara penuh dengan menghindari segala hal yang dapat membatalkan puasa. Dijelaskan, para ulama mendefinisikan puasa adalah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa, yaitu sejak terbitnya fajar shadiq hingga terbenamnya matahari.

Penghafal Al Qur’an dari majelis As-Sholihin ini menjelaskan, pendapat ulama menyebutkan, terdapat 9 perkara yang harus dijauhi oleh umat Islam saat berpuasa, yaitu menahan diri dari masuknya sesuatu ke dalam mulut (makan dan minum), hidung, telinga dan alat reproduksi, termasuk hal lainnya yakni muntah yang disengaja.

Al Hafiz Habibullah menambahkan, faktor lainnya yang membatalkan puasa adalah berhubungan suami isteri di siang hari. Umat yang batal puasanya karena melakukan hal ini, maka dapat menggantinya dengan memerdekakan satu hamba sahaya, dan bila tidak sanggup, maka diwajibkan menunaikan puasa selama 2 bulan berturut-turut tanpa putus.

Bila dua kewajiban tersebut tidak sanggup dipenuhi juga, maka kafarat yang dibayarkan adalah memberi makan 60 orang miskin. Setiap orang mendapat satu mud (kurang lebih 7 ons) bahan makanan pokok.

“Misalnya ada seseorang yang berhubungan suami istri di siang hari, maka sang suami mendapat kafaroh, yang diibaratkan sebagai hukuman karena melanggar aturan tersebut”, kata Al Hafiz Habibullah.

Faktor penyebab batalnya puasa selanjutnya, yaitu keluarnya mani karena sengaja, serta hilang akal. Selain itu, haid, nifas dan melahirkan bagi kaum wanita juga merupakan hal-hal yang membatalkan puasa seseorang.

Ditambahkan, hal ke sembilan yang menyebabkan batalnya puasa seseorang yakni murtad. Beberapa faktor ini diharapkan dapat disadari oleh umat Islam di bulan suci Ramadhan, agar ibadah yang dilakukan benar-benar sesuai dengan ketentuan yang dikehendaki oleh agama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....