Umat Islam Dihimbau Tingkatkan Kebersamaan di Bulan Ramadhan
- 02 Mar 2025 17:32 WIB
- Tual
KBRN, Tual: Umat Muslim dihimbau menjalankan puasa Ramadhan dengan dilandasi keimanan dan penuh pengharapan, kiranya dosa-dosanya diampuni oleh ALLAH SWT, sebagaimana Sabda Rasulullah SAW ; Man shama Ramadhan iymanan wahtisaban ghufira lahu ma taqaddama min zanbih (Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharapkan ampunan Allah, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya di masa lalu. HR. Bukhari). Demikian tausiyah Ustadz Itriadi Fatukaloba, pada tausiyah akbar menyongsong Ramadhan 1446 Hijriah, yang berlangsung di lapangan Yos Sudarso Dobo, pada hari Kamis (27/02/2025).
Fatukaloba mengisahkan sejarah Rasulullah SAW ketika akan menyampaikan khutbah pada suatu Jumat, di mana 3 kali menaiki tangga mimbar, 3 kali pula mengucapkan Aamiiin, yang mengundang rasa ingin tahu dari para jamaah, terhadap sikap Rasul tersebut. Usai khutbah dan menunaikan shalat, para jamaahpun bertanya tentang apa yang dilakukan oleh Rasulullah saat menaiki mimbar.
Pada jawaban yang disampaikan, bahwa pada saat menaiki tangga pertama ketika akan menyampaikan khutbah, beliau didatangi malaikat Jibril yang mengatakan, celaka bagi hamba yang bertemu dengan bulan suci Ramadhan, dan sampai dengan berlalunya Ramadhan, namun hamba tersebut tidak mendapatkan ampunan dari ALLAH SWT. Hal ini dikarenakan menyakiti sesama manusia, baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan.
“Ketika Rasululah selesai khutbah dan turun selesai sholat, sahabat bertanya ya Rasulullah, tadi kami mendengar baginda mengatakan Amın tiga kali apa betul ? Nabi mengatakan, betul. Kata Nabi, saya tadi di mmbar pertama tiba-tiba Jibril Alaihi Salam datang, ketika Jibril datang, Jibril berdoa, celaka bagi seorang hamba yang bertemu, berjumpa dengan bulan suci Ramadhan yang kemudian Ramadhan itu pergi, berlalu meninggalkan-nya, namun Dia tidak memperoleh pengampunan dari Allah di bulan suci Ramadhan”, kata Fatukaloba.
Menurut Ustad Fatukaloba, sering terjadi dalam kehidupan manusia, terutama di bulan Ramadhan, umat begitu tekun menunaikan shalat, puasanya juga lancar, ditambah amalan dan ibadah lainnya yang tak pernah ditinggalkan, seperti membaca Al-Qur’an dan lain-lain. Namun Jibril berdoa, agar orang yang selalu menyakiti sesamanya, tidak memelihara silaturahim dan mengembangkan perselisihan, tak akan mungkin mendapatkan ampunan-Nya.
Fatukaloba mencontohkan, seringnya pasangan suami isteri saling cuek, hanya karena begitu serius dengan Handphone di tangannya, sehingga kerap terjadi cekcok bahkan persoalan lebih rumit, akibat dari ulah dan sikap tersebut. Di lain sisi, ada saja manusia yang inginnya selalu diutamakan, selalu ingin menang sendiri dan hidupnya hanya mempersulit orang lain, sehingga tak terbangun silaturahim dan kebersamaan yang selayaknya ada dalam kehidupan manusia ciptaan Tuhan.
Oleh karena itu, umat Muslim di Kepulauan Aru dihimbau menguatkan akhuwah dan mempererat tali persaudaraan dan kekeluargaan yang terjalin baik selama ini, terutama di bulan suci Ramadhan. Kegiatan yang mengusung tema: hilangkan perbedaan rajut kebersamaan tersebut, dihadiri oleh mantan Wakil Bupati Muin Sogalrey bersama ibu Inaya selaku Pembina Majelis Ta’lim, Ketua DPD BKPRMI kabupaten Kepulauan Aru Alan Djilfufin, Kepala kantor Kemenag Aru yang diwakili Kasubag TU Waty Mangar, Danlanal Aru, para pimpinan OPD Lingkup Pemda Aru, para Imam dan takmir masjid, para sesepuh diantaranya Malewa Patikaloba, panitia dan tamu undangan lainnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....