59 Kader Posyandu Maluku Tenggara Ikuti Pembekalan PMT Berbasis Pangan Lokal
- 18 Jun 2026 08:31 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur – Upaya menekan angka stunting dan memperbaiki status gizi ibu hamil serta balita di Kabupaten Maluku Tenggara terus diperkuat melalui pemanfaatan pangan lokal yang bergizi dan berkelanjutan. Sebanyak 59 kader Posyandu dari lima wilayah kerja puskesmas mengikuti pembekalan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal di Ohoimel Resort, Ohoililir, Kamis (17/7/2026).
Kegiatan yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara itu menyasar pengelola program gizi, kader PKK, organisasi kemasyarakatan, serta para pemangku kepentingan yang terlibat dalam program PMT. Pembekalan diberikan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi sumber gizi yang sehat bagi ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan balita dengan berat badan kurang (underweight).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara, Muchsin Rahayaan, mengatakan pemanfaatan pangan lokal menjadi salah satu strategi penting dalam mendorong kemandirian pangan dan gizi keluarga. Menurutnya, keluarga perlu didorong memanfaatkan potensi pangan yang tersedia di sekitar mereka untuk memenuhi kebutuhan gizi secara berkelanjutan.
"Kegiatan ini dimaksudkan untuk mendorong kemandirian pangan dan gizi keluarga secara berkelanjutan dalam menyediakan makanan yang berkualitas bagi ibu hamil dan balita dengan memanfaatkan keragaman pangan lokal," kata Muchsin.
Ia menjelaskan kegiatan tersebut dibiayai melalui Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Puskesmas Tahun 2026. Sesuai arahan Bupati Maluku Tenggara terkait efisiensi belanja daerah, pelaksanaan pembekalan dilakukan secara terpadu oleh beberapa puskesmas dalam satu lokasi kegiatan.
Puskesmas yang terlibat dalam kegiatan ini meliputi Puskesmas Wab, Ohoira, Debut, Danar, dan Ngilngof. Total peserta yang mengikuti pembekalan berjumlah 59 kader Posyandu, terdiri atas 15 kader dari Puskesmas Wab, 15 kader dari Puskesmas Danar, 10 kader dari Puskesmas Ohoira, 10 kader dari Puskesmas Ngilngof, serta 9 kader dari Puskesmas Debut.
Diharapkan para kader Posyandu dapat menjadi ujung tombak edukasi gizi di desa masing-masing setelah mengikuti pembekalan tersebut. Pemanfaatan pangan lokal harus menjadi gerakan bersama untuk mempercepat penurunan stunting sekaligus meningkatkan status gizi ibu hamil dan balita di Kabupaten Maluku Tenggara.
Melalui kader Posyandu, pemanfaatan pangan lokal diharapkan menjadi gerakan bersama yang mampu mendukung percepatan penurunan stunting dan peningkatan status gizi masyarakat," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....