Perencanaan Berbasis Data Jadi Kunci Tingkatkan Mutu Layanan Kesehatan di Malra

  • 09 Jun 2026 20:04 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Perencanaan kesehatan berbasis data dan kebutuhan nyata masyarakat menjadi landasan penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Maluku Tenggara. Kementerian Kesehatan melalui Biro Perencanaan dan Penganggaran menggandeng Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga untuk mendampingi penyusunan Rencana Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2027.

Pendampingan tersebut dilaksanakan melalui Workshop Analisis Situasi Proses Penyusunan Rencana Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara di Aurelia Hotel Kimson Langgur, Selasa (9/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pendampingan Tata Kelola Program Kesehatan Tahun 2026 yang bertujuan meningkatkan kapasitas aparatur perencanaan daerah dalam menyusun dokumen perencanaan yang lebih berkualitas, terukur, dan tepat sasaran.

Ketua Tim Pendamping, Dr. Setya Haksama, mengatakan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga mendapat mandat langsung dari Kementerian Kesehatan untuk mendampingi tujuh wilayah di Indonesia. Selain Kabupaten Maluku Tenggara, pendampingan juga dilakukan di Provinsi Maluku, Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Papua, Kabupaten Tulang Bawang Barat, dan Kabupaten Bengkulu Selatan.

“Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan melalui Biro Perencanaan dan Penganggaran untuk melakukan pendampingan di tujuh wilayah. Salah satunya adalah Kabupaten Maluku Tenggara yang hari ini menjadi lokasi pelaksanaan workshop,” kata Setya.

Setya menjelaskan, pembangunan kesehatan ke depan tidak hanya berorientasi pada penyediaan layanan, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan perilaku hidup sehat masyarakat sehingga mampu mendorong peningkatan derajat kesehatan secara menyeluruh. Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah daerah memerlukan dokumen perencanaan yang kuat sebagai dasar pengambilan kebijakan dan pengalokasian sumber daya.

“Pembangunan kesehatan ke depan dibangun untuk meningkatkan perilaku kesehatan masyarakat agar dampaknya dapat meningkatkan derajat kesehatan. Karena itu diperlukan perencanaan yang baik, terdokumentasi, dan berbasis evidence sehingga penggunaan sumber daya dapat berjalan efektif dan efisien,” ujarnya.

Menurut Setya perencanaan yang baik akan membantu pemerintah menentukan sasaran program kesehatan secara lebih akurat. Data yang valid memungkinkan pemerintah mengetahui jumlah ibu hamil, balita stunting, maupun kelompok rentan lainnya sehingga program yang dirancang benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

“Kalau ada seribu ibu hamil misalnya, maka sasaran program harus tepat kepada mereka yang membutuhkan pelayanan. Begitu juga dengan stunting dan berbagai persoalan kesehatan lainnya, semuanya harus ditunjang oleh data dan perencanaan yang baik,” katanya.

Ia menambahkan dokumen perencanaan kesehatan yang berkualitas akan menjadi pedoman bagi seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari Dinas Kesehatan, puskesmas, hingga rumah sakit. Dengan demikian, setiap program yang dijalankan memiliki arah yang jelas dan dapat menghasilkan pelayanan yang bermutu bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Setya menegaskan tim dari Universitas Airlangga hadir bukan untuk mengintervensi kebijakan daerah, melainkan mendampingi proses penyusunan rencana kerja agar lebih sistematis dan sesuai kebutuhan lokal. Pendampingan tersebut diharapkan dapat memperkuat tata kelola program kesehatan sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan kesehatan di Kabupaten Maluku Tenggara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....