Mengenal Penyakit Demensia dan Alzheimer

  • 14 Apr 2026 19:04 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Demensia adalah istilah umum untuk kumpulan gejala penurunan mental, sedangkan penyakit Alzheimer adalah salah satu jenis penyakit yang menyebabkan demensia, dan merupakan yang paling umum keduanya merupakan masalah kesehatan serius yang dapat memengaruhi kualitas hidup penderita dan keluarga. Kondisi ini bukan bagian normal dari proses penuaan, melainkan kumpulan gejala penurunan fungsi otak yang memengaruhi daya ingat, kemampuan berpikir, perilaku, hingga aktivitas sehari-hari.

Disaat rri.co.id bersama dr. Jamil Masahida diruang kerjanya. Selasa (14/04/2026) mengatakan Demensia merupakan penurunan fungsional yang sering kali disebabkan oleh kelainan yang terjadi pada otak , yang dapat terjadinya berbicara tetapi mengulang kata-kata yang sama, atau berbicara yang tidak nyambung pembicaraanya, bisa juga terjadi perubahan perilaku seperti mudah marah, emosi, tanpa ada pemicu atau sebab apapu.

Menurut data dari Kementerian Kesehatan RI, sekitar 1,2 juta orang di Indonesia mengalami demensia pada tahun 2023, dan angka ini diperkirakan akan terus meningkat seiring bertambahnya jumlah populasi lansia. Penyebab utama demensia adalah penyakit Alzheimer, yang menyumbang sekitar 60-70 persen kasus. Penyebab lainnya meliputi stroke, trauma otak, serta faktor genetik dan gaya hidup.

Lambat laun, orang dengan demensia dapat mengalami kebingungan akibat disorientasi terhadap waktu dan tempat, misalnya lupa hari, tanggal, bahkan jalan pulang di lingkungan yang sudah dikenal.

“Ia menyarankan masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat guna menjaga kesehatan otak Otak yang sehat bukan hanya soal menghindari penyakit, tetapi juga menjaga kualitas hidup seseorang hingga usia lanjut” Ujar dr. Jamil

Gaya hidup sehat seperti menjaga pola makan seimbang, rutin berolahraga, melatih otak melalui aktivitas intelektual, serta menjaga kesehatan jantung dapat membantu mengurangi risiko demensia.

Jika Anda atau orang terdekat menunjukkan gejala seperti ini, segera konsultasi kan ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat. Semakin cepat dikenali, semakin besar peluang untuk hidup dengan kualitas yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....