SPM Pendidikan Malra Masih 58,21 Persen, Bupati Minta Percepatan Perbaikan Mutu

  • 22 Jun 2026 15:08 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menyoroti capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan yang baru mencapai 58,21 persen sebagai kondisi yang membutuhkan percepatan perbaikan secara menyeluruh. Angka tersebut dinilai masih rendah dan menjadi tantangan serius dalam peningkatan mutu pendidikan di daerah kepulauan itu, Senin (22/6/2026).

Bupati Maluku Tenggara, Muhammad Thaher Hanubun, menegaskan capaian tersebut tidak boleh dianggap sebagai kondisi normal, melainkan harus menjadi bahan evaluasi bersama seluruh pemangku kepentingan pendidikan. Ia menekankan perlunya kerja kolektif mulai dari pemerintah daerah hingga tenaga pendidik untuk memperbaiki kualitas layanan pendidikan.

"SPM 58,21 persen itu masih sangat rendah. Harus ada semangat untuk mengejar ketertinggalan dan bersaing dengan daerah lain," ujarnya.

Menurut Thaher, peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab satu instansi, tetapi merupakan kerja bersama yang melibatkan seluruh elemen pendidikan. Ia menyoroti capaian akademik peserta didik, termasuk kemampuan dasar seperti matematika, masih perlu ditingkatkan secara signifikan.

Lebih lanjut, Thaher menyebutkan rata-rata kemampuan matematika siswa yang masih berada pada angka 5,5 menjadi indikator evaluasi menyeluruh harus segera dilakukan. Ia meminta semua pihak untuk melakukan introspeksi terhadap peran masing-masing dalam sistem pendidikan.

“Kalau rata-rata kemampuan matematika anak kita masih berada di angka 5,5, maka yang harus melakukan introspeksi adalah kita semua, mulai dari Bupati, Kepala Dinas, pengawas, hingga guru,” ucapnya.

Pemerintah daerah akan mendorong langkah-langkah konkret untuk mempercepat peningkatan mutu pendidikan, termasuk menjangkau sekolah-sekolah di wilayah desa dan kepulauan. Upaya tersebut diharapkan mampu memperkecil kesenjangan kualitas pendidikan antar wilayah di Maluku Tenggara.

Bupati Thaher menegaskan, pemerataan kualitas pendidikan menjadi kunci untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Ia menekankan pentingnya kerja cepat dan terukur dalam mengejar ketertinggalan pendidikan di daerah.

"Harus ada semangat untuk mengejar ketertinggalan dan bersaing dengan daerah lain," kata Bupati Thaher.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....