Kreativitas Mahasiswa Modal Masa Depan Sikapi Dunia Kerja

  • 22 Apr 2026 06:44 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Direktur Politeknik Negeri Tual, Dr. Usman Madubun, Spi. M.Si menyatakan, pembelajaran yang berlangsung di Polikan Tual, dominan dilakukan secara Praktek lapangan, disertai riset dan penerapan teknologi terapan, Selasa (22/4/2026).

“Setiap hasil karya Mahasiswa, kita awali dari bahan mentah kemudian akhirnya adalah produk. Produk jadi yang bisa dikomersialisasi. Jadi itu seorang mahasiswa harus bekerja dari nol, dari pertama menyiapkan bahan baku sampai prosesnya jadi,” ucap Madubun.

Tindaklanjut ini kata Madubun, sebagai acauan menjadikan Mahasiswa menjadi terampil, menguasai, setiap metode akurat untuk menghasilkan Produk yang berkualitas dan mampu menyikapi permintaan konsumen di Kepulauan Kei.

“Karena semakin lama kita bekerja dengan itu kan semakin kita menguasai. Nah ke depan kami berupaya supaya yang seperti ini itu kita mengupayakan hampir seluruh mata kuliah menggunakan proses PBL(Project Based Learning) yang disasarkan pada Mahasiswa.

Madubun mengaku, terdapat dua faktor penting dari Penerapan Kurikulum OBE yakni, kesiapan kurikulumnya dan kesiapan fasilitas, menyangkut kesiapan sumber daya manusianya dan kesiapan sarana dan prasarana.

“Dari sisi kesiapan sumber daya manusia kita itu punya dosen tadi sekitar 108 orang. S3 kita yang ada sekarang itu sudah 14. Kemudian yang 12 sementara melaksanakan S3 baik di dalam maupun di luar negeri. Kemudian sisanya itu 81- 83 orang itu adalah S2,” ungkapnya.

Lebih jauh Manubun menerangkan, perencanaan Penelitian, dan pengembangan digunakan Peta Rencana Strategis di Kota Tual dan Maluku Tenggara, guna sinkronisasi dan identifikasi Potensi Lokal dan Pemanfaatan yang lebih optimal.

“Jadi kami mengambil itu sebagai acuan untuk menyusun Renstra kami. Sehingga penelitian dan pengabdian yang dilakukan itu akan menjawab kebutuhan masyarakat Maluku Tenggara dan Kota Tual,” ujarnya.

Dikatakan, topik-topik penelitian dan pengabdian itu akan langsung bersentuhan dengan kebutuhan yang disampaikan masyarakat, selain itu fokusnya pada Pengembanan Budidaya Perikanan dan kelautan di kedua Wilayah.

“Kita sudah bisa menghasilkan Lat misalnya udah bisa untuk memanfaatkan dia selain sebagai bahan-bahan tadi bisa juga untuk produk-produk yang lain. Nah kemudian kita punya budidaya juga terkait dengan ikan. Kita buat pakan buatan alami. Jadi ikan itu fasenya ada dua, kalau masih bayi itu dia perlu pakan alami, pakan yang masih hidup,” katanya.

Progres pengembangan komoditas Budidaya Perikanan jika spresies telah masuk penertasan perlu diberikan pakan buatan, yang saat ini mampu diproduksi mandiri oleh Politeknik Perikanan Negeri Tual.

“Kemudian pada masa Pembenuhan, kita sudah bisa bagaimana menelurkan ikan. Nah itu sudah kita bisa bikin secara umum.Dan kita juga yang lain, yaitu Teripang. Sebetulnya kalau diterapkan di masyarakat, dipergunakan oleh pemerintah kedua daerah, saya yakin bisa akan mengangkat perekonomian Nelayan di Maluku Tenggara, dan Kota Tual,” terang Madubun.

Direktur Polikan Tual bangga, produk hasil karya Dosen dan Mahasiswa dalam bentuk Enbal krispi, dari hasil pengolahannya telah menembus Pasar internasional, yakni China, Rusia, dan juga Italia.

Madubun Optimis, jika Pemerintah Propinsi Maluku, Kota Tual dan Maluku Tenggara memberi peluang untuk berkarya mengangkat Potensi Lokal, akan berpeluang luas untuk berkompetisi mengangkat kekayaan Sumber Daya Hayati yang melimpah di Tingkat lokal, nasional dan Level Internasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....