KETUA TP PKK MALUKU PIMPIN RAKOR PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING dI ARU
- 06 Okt 2026 11:57 WIB
- Langgur
RRI.CO.ID, Dobo - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku, Maya Bebi Lewerissa, yang juga Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Maluku, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Percepatan Penurunan Stunting bersama TP PKK Kabupaten Kepulauan Aru sekaligus membuka Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana (GKS-TTB), Senin (5/10/2026).
Kegiatan berlangsung di Aula Lantai 2 BPKAD Kabupaten Kepulauan Aru dan dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Aru, serta pimpinan perangkat daerah lintas sektor.
Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Aru, Claudia Imarisa Kaidel, mengatakan stunting masih menjadi salah satu tantangan besar yang dihadapi daerah tersebut.
Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Kepulauan Aru tercatat sebesar 37,6 persen. Sementara berdasarkan data aplikasi pencatatan gizi tahun 2025 sebesar 26,73 persen dan data tahun 2026 hingga saat ini mencapai 30,49 persen.
“Ini menunjukkan bahwa stunting bukan hanya urusan Dinas Kesehatan, tetapi urusan kita bersama sebagai lintas sektor,” ujarnya.
Ia mengatakan, pemerintah menargetkan prevalensi stunting secara nasional pada 2029 sebesar 14,2 persen, sedangkan wasting ditargetkan turun menjadi 5 persen.
Untuk mencapai target tersebut, diperlukan kerja bersama dan intervensi terpadu mulai dari tingkat keluarga hingga pemerintah daerah.
Menurutnya, Dinas Kesehatan memiliki peran dalam memperkuat pelayanan Posyandu dan antenatal care (ANC), pemberian pangan tambahan bagi ibu hamil dan balita gizi kurang, serta penanganan kasus gizi buruk.
Sementara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berperan memastikan remaja putri di tingkat SMP dan SMA mengonsumsi tablet tambah darah secara rutin, memberikan edukasi gizi di sekolah, serta menjadikan PAUD sebagai salah satu pintu masuk deteksi dini stunting.
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) diarahkan memastikan pemanfaatan dana desa dapat mendukung operasional Posyandu dan Dasawisma.
Bapelitbang berperan memprioritaskan perencanaan program penurunan stunting dan memastikan penganggaran tepat sasaran.
Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana mengawal 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pendewasaan usia perkawinan, serta kelompok sasaran lainnya.
Sedangkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil memastikan balita sasaran tercatat secara by name by address dan memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK), sehingga intervensi dapat dilakukan secara tepat sasaran.
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak berperan mencegah perkawinan anak, sedangkan Kementerian Agama turut membina calon pengantin agar memiliki kesiapan kesehatan melalui Kantor Urusan Agama (KUA) dan kegiatan penyuluhan.
Selanjutnya, Dinas Perumahan dan Permukiman bersama Dinas PUPR berperan menyediakan akses air bersih, sanitasi aman, jamban sehat, serta rumah layak huni.
Dinas Sosial memastikan data DTKS, PKH, dan bantuan pangan dapat diberikan secara tepat sasaran kepada keluarga yang memiliki risiko stunting.
Sementara Satpol PP berperan dalam penegakan Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR), sekaligus mendukung edukasi dan pengawasan di lapangan.
“Jika 12 instansi terkait ini kokoh, maka GKS-TTB akan berhasil. PKK siap berada di tengah sebagai penggerak keluarga di lapangan, mulai dari Dasawisma hingga kabupaten,” tegasnya.
Rakor tersebut menjadi ruang koordinasi untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting sekaligus meningkatkan cakupan intervensi kesehatan masyarakat.
Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa, dan sambutan Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Aru. Selanjutnya, Ketua TP PKK Provinsi Maluku menyampaikan sambutan sekaligus membuka secara resmi Rakor.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan situasi stunting dan cakupan Cek Kesehatan Gratis, diskusi lintas sektor, penyusunan kesepakatan bersama, serta penyerahan bantuan kepada TP PKK Kabupaten Kepulauan Aru.
Sebelum mengikuti Rakor, Ketua TP PKK sekaligus Ketua TP Posyandu Provinsi Maluku bersama rombongan tiba di Bandara Rar Gwamar Dobo dan disambut dengan prosesi adat berupa pengalungan kain atau selendang, pemakaian topi adat, serta tarian penyambutan.
Usai Rakor, rombongan melanjutkan agenda pembinaan kelembagaan PKK bersama TP PKK Kabupaten Kepulauan Aru, peluncuran Sekolah Lansia Angkatan II di Kelurahan Siwalima, serta pelantikan pengurus KORMI Kabupaten Kepulauan Aru.
Sementara pada Selasa (6/10/2026), rombongan dijadwalkan meninjau Posyandu dengan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Desa Wokam dan Posyandu Bina Mitra, serta menghadiri pelantikan pengurus Dekranasda dan Wanita Islam Kabupaten Kepulauan Aru.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....