Penyaluran Bansos Berbasis Desil, Pemkab Malra Pastikan Tepat Sasaran

  • 18 Apr 2026 16:57 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Penyaluran bantuan sosial dalam rangka Bhakti Sosial Terintegrasi Kementerian Sosial RI di Kabupaten Maluku Tenggara difokuskan pada ketepatan sasaran berbasis Data Sosial Ekonomi Nasional yang mengacu pada kategori kesejahteraan masyarakat atau desil. Pendekatan ini diterapkan guna memastikan seluruh bantuan yang diberikan benar-benar diterima oleh kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Kabupaten Maluku Tenggara, Titus Betaubun, menjelaskan sistem desil menjadi acuan utama dalam menentukan penerima manfaat dalam kegiatan baksos terintegrasi tersebut. Dengan metode ini, pemerintah dapat memetakan tingkat kesejahteraan masyarakat secara lebih objektif dan terukur.

“Bantuan sosial ini ditujukan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan sesuai kategori desil, sehingga tidak semua masyarakat menerima bantuan,” ujar Titus dalam rapat koordinasi di ruang rapat Kantor Bupati Maluku Tenggara, Kamis (16/4/2026)..

Ia menambahkan, penerapan sistem ini juga bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan program Bhakti Sosial Terintegrasi dari Kementerian Sosial Republik Indonesia. Selain tepat sasaran, kebijakan ini diharapkan mampu menghindari tumpang tindih bantuan dan memastikan intervensi sosial berjalan optimal.

Dalam pelaksanaannya, Dinas Sosial Maluku Tenggara terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi perangkat daerah dan tenaga lapangan, guna menjaga validitas data. Sinkronisasi data lintas sektor menjadi kunci agar seluruh rangkaian kegiatan baksos terintegrasi dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sebagai informasi, kunjungan kerja Menteri Sosial Republik Indonesia dalam rangka Bhakti Sosial Terintegrasi dijadwalkan berlangsung pada 22 April 2026 di Kabupaten Maluku Tenggara. Dalam agenda tersebut, Menteri Sosial akan meninjau RSUD Karel Sadsuitubun Langgur dan Sekolah Rintisan Muhammadiyah sebagai bagian dari implementasi 16 program bantuan sosial terintegrasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....