Kemiskinan 21 Persen dan Pengangguran Jadi Alarm Pembangunan Maluku Tenggara

  • 31 Mar 2026 09:00 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Tingginya angka kemiskinan dan pengangguran menjadi isu krusial yang disorot dalam Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 Kabupaten Maluku Tenggara di Aula Kantor Bupati, Senin (30/3/2026). Bupati Maluku Tenggara, Muhammad Thaher Hanubun, mengungkapkan tingkat kemiskinan daerah masih berada di angka 21,16 persen dengan sekitar 28.200 jiwa masuk kategori miskin ekstrem.

Menurut Thaher, persoalan kemiskinan tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan erat dengan kualitas sumber daya manusia dan keterbatasan akses ekonomi masyarakat. Pemerintah daerah harus memastikan setiap kebijakan penanggulangan kemiskinan berbasis data yang valid agar intervensi yang dilakukan tepat sasaran.

“Kondisi ini membutuhkan intervensi serius dan terarah dari semua pihak. Verifikasi dan validasi data harus dilakukan secara berkala agar program benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Selain kemiskinan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Maluku Tenggara yang mencapai 6,01 persen juga menjadi perhatian serius dalam forum tersebut. Angka ini mencerminkan belum optimalnya penciptaan lapangan kerja serta perlunya peningkatan kualitas tenaga kerja lokal.

Dalam aspek kesehatan, Thaher turut menyoroti penurunan angka stunting yang kini berada di level 12,43 persen dari sebelumnya 15 persen. Meski menunjukkan tren positif, ia menilai upaya peningkatan layanan kesehatan, khususnya bagi ibu hamil, ibu melahirkan, dan bayi, masih perlu diperkuat secara konsisten.

“Ini menjadi indikator bahwa kita perlu memperkuat kualitas SDM dan membuka lebih banyak peluang kerja. Pelayanan dasar harus menjadi prioritas karena berpengaruh langsung pada kualitas generasi mendatang,” katanya.

Thaher juga mengingatkan seluruh program pembangunan yang dirancang dalam RKPD 2027 harus realistis dan berbasis prioritas, mengingat keterbatasan anggaran daerah. Ia menekankan kemajuan daerah kepulauan seperti Maluku Tenggara tidak bisa bergantung pada proyek besar instan, melainkan pada langkah-langkah kecil yang berkelanjutan dan berdampak nyata.

“Bergerak kecil tapi konsisten lebih penting daripada menunggu lompatan besar,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....