Bupati Malra Serukan Birokrasi Unggul Lawan Kutukan SDA

  • 16 Feb 2026 20:11 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Bupati Maluku Tenggara mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) mematahkan kutukan sumber daya alam dengan membangun birokrasi yang responsif, efektif, dan cepat. Pesan itu disampaikan dalam Apel Akbar ASN di Lapangan Upacara Kantor Bupati Langgur, Kamis (12/2/2026).

Dalam arahannya, Bupati Thaher mengaitkan langsung instruksi Presiden agar birokrasi bergerak lincah dengan konteks pembangunan daerah. Ia menegaskan, kekayaan alam Maluku Tenggara hanya akan menjadi berkah jika dikelola oleh birokrasi yang bekerja berbasis hasil dan pelayanan publik yang nyata.

“Birokrasi harus responsif, efektif, dan cepat. Ketika pelayanan kesehatan masuk zona merah, kita tidak boleh diam; kita harus segera bertindak,” kata Thaher.

Thaher merinci makna responsif sebagai keberanian memperbaiki layanan yang bermasalah, termasuk sektor kesehatan yang disorot Ombudsman RI dan persoalan pengangguran yang menuntut pembukaan pelatihan kerja. Menurutnya respons cepat menjadi kunci memulihkan kepercayaan publik dan memastikan negara hadir di saat warga membutuhkan.

Sementara itu, efektivitas dimaknai sebagai kewajiban memastikan setiap rupiah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Untuk itu, penguatan sistem pengawasan dan akuntabilitas kinerja melalui SAKIP, SPIP, dan APIP sebagai instrumen utama untuk memastikan belanja publik tepat sasaran dan efisien.

“Kalau tata kelola kita kuat, anggaran bisa benar-benar sampai ke rakyat dan bukan habis di tengah jalan,” ujarnya.

Ia juga menekankan kecepatan sebagai kemampuan mengukur dan menindaklanjuti indikator kinerja yang selama ini belum terpantau. Indeks Reformasi Birokrasi, nilai SAKIP, dan indeks SPBE harus menjadi prioritas agar perbaikan dapat dilakukan secara terukur.

Bupati Thaher mengajak seluruh ASN memandang tantangan daerah sebagai tanggung jawab besar sekaligus peluang. Dengan posisi strategis di wilayah perikanan dan pariwisata, ia meminta ASN berkomitmen menjadikan evaluasi kinerja sebagai alat diagnosis, menerjemahkan arahan Presiden ke tindakan harian, dan membuktikan kekayaan alam bisa diolah untuk kesejahteraan rakyat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....