Parkir, Membantu atau Memberatkan?

  • 13 Feb 2026 21:43 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID-Tual - Keberadaan petugas parkir di seberang jalan raya tepat di depan Kantor Wali Kota Tual menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Sejumlah warga menilai kebijakan tersebut cukup memberatkan, terutama bagi pengunjung yang hanya singgah sebentar di kawasan itu.

Aktivitas penarikan retribusi parkir dinilai sebagian warga kurang mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat setempat. Terlebih lagi, lokasi tersebut berada di area strategis pusat pemerintahan sehingga ramai dikunjungi setiap hari.

Rahmah, salah satu pembeli jajanan di tempat tersebut sekitar lokasi saat ditemui rri.co.id kamis sore (12/02/2026), mengaku tidak sepenuhnya keberatan dengan keberadaan petugas parkir. Menurutnya, kendaraan kini lebih tertata rapi dibandingkan sebelumnya sehingga tidak lagi semrawut di badan jalan.

"Sering, setiap pulang kantor pasti jajan. Oh... ya bersyukurlah karna kita dikasih ruang untuk parkir motor kita kan, biasanya kan terhalang sama jualan-jualan tapi jangan juga dihabiskan semua area penjual kan kita kesini untuk singgah jajan. ga sih ga keberatan, mungkin kalo ada tukang parkir motornya jadi aman yaa.. itu ajasih , kalo ga ada sih sebenarnya ga masalah juga, karna kan kita duduknya dekat kendaraan juga ga terlalu jauh, ga usah ya.", kata Rahmah

Namun demikian, Rahmah menyebut beberapa pengunjung mengeluhkan besaran tarif parkir yang dipatok sebesar Rp3.000 untuk setiap kendaraan roda dua. Bagi sebagian warga, nominal tersebut dianggap cukup memberatkan jika harus dibayar setiap kali berkunjung.

Rahmah sendiri merasa tidak terlalu terganggu dengan aktivitas penagihan uang parkir . Meski begitu, ia berpendapat bahwa jika diberi pilihan, sebaiknya tidak perlu ada petugas parkir agar pengunjung merasa lebih leluasa saat singgah dan berbelanja.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....