Polres Malra Fokus pada Pengamanan dan Trauma Healing Pengungsi Danar

  • 06 Apr 2026 17:40 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Bentrok yang terjadi di desa Danar antar dua kelompok, ohoitom dan wetansoin, menimbulkan dampak, tidak hanya materil tapi juga moril. Hal ini menjadi fokus Polres Maluku Tenggara dalam menghadapi situasi pasca bentrok.

Kapolres Maluku Tenggara AKBP Rian Suhendi, S.Pt, SIK, kepada wartawan, Senin (06/04/2026) menjelaskan, pihaknya fokus pada pengamanan kedua belah pihak, dengan menyiapkan pos beserta personil yang terdiri dari TNI-Polri yang berjaga 1x24 jam di desa Danar hingga saat ini.

"Kami fokus di kedua belah pihak, kita sudah siapkan pos-pos pengamanan berikut juga dengan seluruh personil gabungan TNI Polri dan dari Brimob, baik Brimob batalyon maupun brimob resimen, nah itu yang pertama, kemudian yang kedua tentu saja masalah dengan penegakan hukum, terkait perkara penganiayaan yang menyebabkan meninggal dunia itu sekarang sedang berproses untuk pelakunya juga sudah kita amankan dan kita minta keterangan," jelasnya.

Kapolres melanjutkan, untuk pengungsi sendiri, fokus polres Malra ada pada penanganan trauma pasca bentrok, yang dialami warga, baik dari anak-anak hingga lansia. Pihaknya akan bekerja sama dengan kementrian Perlindungan Perempuan dan Anak serta Dinas Sosial Malra.

"Kemudian terkait dengan masalah trauma healing para pengungsi, kami juga sudah siapkan dari Polres, terkait dengan masalah penanganan trauma yang dialami oleh masyarakat baik, itu anak-anak, orang tua lansia ataupun ibu-ibu, mungkin dalam minggu-minggu ini kita siapkan tim, yang nanti akan turun, mungkin nanti bergabung dengan Kementerian PPA atau Dinas Sosial untuk memberikan pemulihan kondisi mental maupun kondisi traumatis yang dialami oleh warga masyarakat," terang Kapolres.

Kapolres juga menegaskan, intinya pihak kepolisian tetap menjaga keamanan dan ketertiban, mencegah situasi berlanjut dan fokus terhadap penegakan hukum, sehingga setiap perbuatan tidak pidana, harus siap dipertanggung jawabkan. Pihaknya juga mendorong untuk menjaga situasi psikologis warga-warga yang terdampak oleh bentrok ini.

Ditanya terkait kedua tersangka pelaku yang sudah ditahan, dan apakah nanti ada lagi terduga tersangka yang lain, Kapolres menjawab, masih fokus pada penyelidikan dan proses lanjutan kedua tersangka pelaku.

"Karena dari hasil penyelidikan Kami memang murni tindak pidana, karna memang situasi spontanitas, ketika kedua belah pihak bertemu kemudian saling serang, melakukan penganiayaan terhadap korban. Untuk kedua pelaku yang sudah ditahan, sementara proses masih berlanjut disertai alat-alat bukti dan barang bukti, mereka juga sudah mengakui mereka yang melakukan penganiayaan," tandas Kapolres mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....