Kisah Anak-Anak Aru, Arungi Laut Demi Pendidikan

  • 03 Mei 2026 21:18 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID-Tual: Kondisi SMP Negeri Satu Atap Desa Selmona di Kecamatan Aru Utara, Kabupaten Kepulauan Aru, sangat memprihatinkan padahal Kabupaten ini dijuluki “Bumi Jargaria” selain kekayaan alam dan karakteristik geografisnya, daerah ini juga dikenal dengan sebutan Produsen Mutiara Terbaik di Dunia, karena Kepulauan Aru terkenal sebagai penghasil mutiara berkualitas tinggi.

Namun di tengah gegap gempita produsen Mutiara terbaik yang mendunia, sebagian anak-anak yang bersekolah di SMP Negeri 1 Atap ini harus berjuang mengarungi laut, hutan dan hidup serba terbatas demi menempuh pendidikan. Hal ini diutarakan Yefta Elsurun pada acara Musik dan Informasi Pro1 Tual.

Kondisi secara riil di Dusun/Desa di Kecamatan Aru Utara jarak tempu ke sekolah yang berada pada desa selmona misalnya desa masidang yakni 1,5 Km bahkan desa lainya juga sampai 2 Km dengan melewati pantai dan hutan, karena infrastruktur jalan dan jembatan yang tidak layak untuk dilewati oleh para siswa ketika air pasang dan kondisi cuaca.

“Anak-anak kami ini ketika mereka dengan semangat ke sekolah untuk mengengeyamn pendidikan yang berkulaitas seprti siswa lainya di daerah lain, tetapi hal ini sebaliknya. Mereka harus menempuh jarak yang sekain jauh kadang cuaca menjadi hambatan sehingga mereka kadang sekolah kadang tidak, pada saat air laut pasang anak-anak was-was melewati jalur tersebut. Sehingga denga naman maka mereka lewat hutan menjadi alternatif untuk menuju ke sekolah.

Hal ini sangat memprihatinkan sekali bagi para tenaga pendidik terutama anak-anak yang berada pada daerah terpencil, kami menginginkan siswa-siswi SMPN 1 Atap menjadi anak-anak yang cerdas dan berkualitas dimasa yang akan datang, sehingga mereka menjadi agen perubahan khsusnya di bidang pendidikan di dusun/desa yang ada pada Kecamatan Aru Utara Kabupaten Kepulauan Aru Maluku.

“Ketika air laut surut mereka lewat pantai walaupun kesulitan dengan batu-batu karang yang tajam menjadi hambatan bagi mereka, tetapi tetap melewati area tersebut. Kadang juga ada sebagian siswa menggunakan perahu tradisional berukuran kecil namun terkedala dengan BBM.”

Pihak sekolah memahami para siswa jika ada yang terlmabt masuk sekolah, masalah ini sering terjadi tetapi di maklumi karena medan yang begitu memprihatinkan sekali, diharapkan ada dorongan dan dukungan dari Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Kepualauan Aru terhadap pendidikan di daerah terpencil.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....