Kekurangan Guru di Daerah Terpencil Masih Menjadi Tantangan Pendidikan

  • 02 Mei 2026 19:32 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Masalah kekurangan guru di daerah terpencil masih menjadi isu serius dalam pendidikan di Indonesia. Banyak sekolah di pelosok dengan jumlah terbatas untuk mengajar semua mata pelajaran, termasuk di jenjang sekolah dasar.

Hal ini menyebabkan siswa di daerah tersebut kesulitan mendapatkan pembelajaran yang layak dan berkualitas. Tegas Bravo kepada rri.co.id, Sabtu (2/5/2026) pada acara Musik dan Informasi Pro1 Tual.

Keluhan mengenai kurangnya tenaga pendidik di sekolah-sekolah terpencil misalnya di Ohoi Rerean Kecamatan Kei Besar Selatan Barat, hingga saat ini tidak dapat diselesaikan sehingga memberikan dampak bagi kualitas pendidikan itu sendiri.

Olehnya itu, peringatan Hardiknas ini tidak hanya menjadi momen seremoni tetapi sebagai ajang evaluasi secara komprehensif tentang persoalan pendidikan di kabupaten maluku tenggara.

Persoalan keadilan pendidikan. Ketika siswa di kota besar dapat mengakses guru sesuai bidang keahliannya, sementara itu siswa yang ada pada daerah terpencil justru harus menerima keterbatasan sebagai sesuatu yang biasa.

“Memang kami tidak menerima baik dengan kekurangan tenaga pendidik di daerah kami, kenapa karena menjadi penghambat kualitas pendidikan bagi generasi kami di Ohoi rerean, maka diminta dengan tegas, agar ada perhatian serius dari pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan setempat, agar dapat mencari solusi yang baik untuk mengisi kekosongan ini.” Ucap Bravo

Kondisi kekurangan tenaga guru ini menjadi sorotan utama, sehingga bagaimana Pemerintah daerah punya kebijakan kedepan untuk ada pemerataan tenaga pendidik di daerah terpencil. Selama ketimpangan ini masih ada, Bravo yakin perjuangan menuju pendidikan yang merata dan bermutu masih jauh dari apa yang diharapkan.

Tak hanya itu saja, sekolah di Ohoi Rerean sebagian kecil memiliki infrastruktur yang belum memadai , tanpa fasilitas dasar seperti laboratorium, perpustakaan, atau akses internet hal ini dapat memicu kelelahan professional.

“dengan keterbatasan tenaga guru di sekolah terpencil, mau tidak mau guru-guru itu mengajar secara ganda, misalnya guru agama plus guru IPA, guru yang menangani administrasi dilibatkan juga untuk mengajar memang kondisi riil yang terjadi selama ini di sekolah-sekolah terpencil.” Tambahnya

Proses belajar mengajar yang berkualitas serta di dukung dengan infrastruktur yang memadai, dapat memberikan dampak baik kepada para siswa, tetapi ini sebaliknya yang terjadi di sekolah-sekolah terpencil. Dimana akses internet sering error, begitupun listrik yang selalu terjadi pemadaman tanpa pemberitahuan masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....