Dari Lidi, Jadi Kerajinan Khas Ur Pulau

  • 28 Apr 2026 18:10 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Ur Pulau adalah salah satu desa yang terletak di tengah laut, masuk wilayah administratif kecamatan kei kecil barat, kabupaten maluku tenggara. Dari sana ada kerajinan tangan yang khas, dibuat dari limbah sumber daya alam tanpa merusak kelestarian.

Bertemu dengan kepala sekolah SMP Negeri Satu Atap Ur Pulau, Ketji Jalmaf, Selasa (28/04/2026) rri.co.id berkesempatan melihat sendiri hasil kerajinan tangan para siswanya, dari Lidi atau batang daun kelapa. Dibentuk sedemikian rupa hingga menjadi piring dan tempat buah serta pot gantung yang cantik.

Jalmaf mengatakan, kerajinan tangan ini hasil dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, yaitu kegiatan kokurikuler berbasis projek dalam Kurikulum Merdeka yang bertujuan membentuk karakter peserta didik sesuai nilai-nilai Pancasila.

"P5 ini Pembelajaran yang fokus pada pendekatan berbasis projek (projek-based learning) yang mendorong siswa melakukan investigasi, memecahkan masalah, dan menghasilkan aksi/produk. Salah satunya ya piring dan pot bunga dari Lidi ini," ungkap Jalmaf.

Jalmaf juga menambahkan, pihaknya termotivasi membuat piring dari Lidi, saat melihat limbah batang daun kelapa yang tidak dipergunakan saat musim telur ikan di Kepulauan Kei.

"Biasanya musim telur ikan itu kan daun kelapa dipakai untuk menarik ikan bertelur, nah batangnya ini (lidi) biasanya di buang begitu saja, akhirnya kami berinovasi untuk membuatnya jadi piring dan lainnya. Kami pelajari dari guru mulok juga warga, akhirnya kami ajarkan ke siswa," jelas Jalmaf.

Felix Rumheng, salah satu siswa yang andal dalam menganyam lidi menjadi kerajinan tangan bernilai ekonomi ini mengatakan, awalnya sangat sulit, saat belajar membuatnya. Tangan lecet dan capek itu jadi langganan, tapi pada akhirnya dia bersyukur bisa menguasai ketrampilan ini.

"Susah sekali waktu pertama belajar, tangan sakit, lecet, itu biasa, tapi lama-kelamaan mengasyikkan. Punya ketrampilan ini juga bagus, Puji Tuhan bisa untuk membantu keluarga di masa depan kalau laku terjual," cerita anak kecil berkulit hitam manis ini.

Felix juga bercerita, semua siswa diajari menganyam piring dan pot saat pelajaran muatan lokal. Perkelompok biasanya mengerjakan hingga 10 piring perharinya. Hasilnya akan dijual melalui media sosial oleh guru mulok mereka, Tomo Rahakbauw.

Dalam pameran memeriahkan Hari Pendidikan Nasional di kabupaten Maluku Tenggara kali ini, Felix dan pihak sekolah membawa sekitar 12 lusin piring lidi, 10 buah piring buah dan 10 buat pot gantung. Yang masing-masing dijual dengan harga 150.000,- untuk selusin piring lidi, 50.000,- untuk pot bunga dan piring buah.

Felix berharap, kehadiran kerajinan tangan khas dari Ur Pulau ini bisa mengisi permintaan pasar akan piring lidi, yang biasanya digunakan pada hajatan atau acara penting lainnya.

"Semoga saja kami bisa menjual untuk warga lokal, dengan begitu, orang tidak perlu lagi pesan dari Jawa dan pastinya bisa membantu UMKM lokal berkembang," tegas Felix mengakhiri wawancara bersama rri.co.id.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....