Mengenal K’tut Tantri , tokoh 10 november 1945
- 25 Nov 2025 11:01 WIB
- Tual
KBRN, Langgur: Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945 merupakan peristiwa heroik yang terctatat dalam sejarah bangsa indonesia. Di balik dentuman meriam dan kobaran semangat rakyat tercatat para tokoh pejuang yang berjuang mempertahankan kemerdekaan.
Tokoh perempuan juga berperan aktif dalam peristiwa tersebut dan mereka terjun langsung dalam medan peretempuran sebagai perwujudan nasionalisme dan patriotisme untuk mempertahankan kemerdekaan dari negara asing.
Hari Pahlawan yang setiap tahun diperingati, menjadi momentum untuk mengenang jasa mereka. Namun sayangnya, nama-nama perempuan tangguh ini masih jarang dikenal publik. Sosok pahlawan perempuan memberi makna perjuangan kemerdekaan adalah kerja bersama antara laki-laki dan perempuan
K’tut Tantri, 'Soerabaja Sue' dari Skotlandia
Nama aslinya Muriel Stuart Walker, lahir di Glasgow, Skotlandia, pada 19 Februari 1898. Meski bukan warga Indonesia, hatinya berpihak penuh kepada perjuangan rakyat Indonesia.
Dilansir dari laman resmi Kemendikdasmen, ia aktif membantu perlawanan rakyat bersama Bung Tomo di Surabaya. K’tut Tantri menolak kembali ke negerinya dan memilih bergabung dalam perjuangan kemerdekaan.
Ia ikut menyaksikan langsung Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945. Dengan nama siaran 'Soerabaja Sue', ia menyebarkan pesan perjuangan melalui radio 'Voice of Free Indonesia'.
Melalui siaran berbahasa Inggris, ia menyeru dunia agar mendengar perjuangan rakyat Indonesia. Suaranya menembus blokade informasi dan mengabarkan semangat kemerdekaan ke berbagai negara.
Selepas perang, ia aktif menulis dan melakukan kampanye solidaritas di luar negeri. Pemerintah Indonesia menganugerahinya Bintang Mahaputra Nararya pada 1998 atas jasa perjuangan dan pengabdiannya.
K’tut Tantri wafat di Sydney, Australia, pada 27 Juli 1997. Kisah perjuangannya kemudian ia tuangkan dalam buku autobiografi 'Revolt in Paradise'.