Rahmi Yamlean : Bangga Menjadi Guru Madrasa

  • 23 Nov 2025 10:18 WIB
  •  Tual

KBRN, Langgur: Menjadi tenaga pendidik atau guru merupakan profesi luhur. Segala aktivitas dalam pengajaran akan penuh keberkahan jika didasari dengan keikhlasan dan niat yang benar. Hasil dari profesi guru bukan hanya bermanfaat dalam kehidupan dunia, namun akan mengalir sampai guru tersebut meninggal dunia.

Inilah di antaranya yang harus menjadi motivasi khususnya bagi guru madrasah yang memiliki porsi pelajaran agama lebih dari sekolah umum. Dengan hal ini, posisi guru khususnya di madrasah memiliki beberapa kebanggaan dalam menjalankan tugasnya.

"Kenapa bangga menjadi guru madrasah? Pertama, guru itu seorang mujahid. Jihad bukan hanya berperang di jalan Allah. Tugas mentransfer ilmu pengetahuan berbagai bidang keilmuan juga mujahid. Tapi harus ikhlas," Ujar Rahmi Yamlean Guru pada Min 1 dian pulau Maluku Tengara

Menjalankan profesi ini, guru haruslah menata niat baik karena segala pekerjaan didasari oleh niat. Niat baik maka akan menghasilkan hal baik. Sebaliknya, niat salah juga akan mendatangkan hal yang tidak baik.

"Innamal a'malu bin niat, setiap pekerjaan didasari oleh niat,ini lisan indah Rasulullah SAW menjadi dasar saya dalam mengajar, guru adalah seorang mujaddid (pembaharu), saya sangat bangga menjadi guru, apa yang saya ajarkan menjadi bekal hidup meraka terutama Ilmu agama”,Ujarnya

Guru selalu memperbaharui kemampuan diri sendiri dan memperbaharui berbagai sistem pendidikan mulai dari pengajaran, kurikulum, evaluasi, dan sejenisnya. Dengan pembaharuan ini seorang guru akan menghasilkan pendidikan yang berkualitas.

Aktivitas mengajar dan perjuangannya bernilai ibadah, Kebanggaan menjadi guru madrasah dijelaskan pengajar mata pelajara fiqih dan SKI ini adalah mendapatkan amal jariyah yang pahalanya akan terus mengalir sampai ia meninggal. Ilmu merupakan amal jariyah yang ditegaskan dalam hadits nabi.

"Jika anak Adam meninggal dunia maka terputus semua pahala amal ibadahnya kecuali tiga perkara yakni sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakan orang tuanya, Oleh karenanya, ia mengajak kepada guru madrasah untuk menjalankan tugasnya dengan ikhlas dan bangga menjadi guru di tengah tantangan pendidikan yang complex saat ini. Guru madrasah harus memiliki moralitas tinggi karena selalu menjadi sosok yang selalu ditokohkan dan menjadi suri tauladan.

“Ini pengalaman yang mengharukan sekaligus membanggakan, ada seorang siswa yang sudah lulus dan melanjutkan sekolahnya pada MTS di kota, hari pertama masuk sekolah gurunya meminta kepada siswa siapa yang bisa pimpin sholat, masyaALLAH anak didik saya dari Min 1 dian pulau dengan bangga dan percaya diri dia maju dan memimpin sholat, bangganya di situ”, Ujar Rahmi Yamlean

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....