Pengolah Ikan Skala Mikro Jadi Prioritas Pembinaan Dinas Perikanan Malra
- 28 Sep 2026 15:29 WIB
- Langgur
RRI.CO.ID, Langgur – Dinas Perikanan Kabupaten Maluku Tenggara menjadikan pelaku usaha pengolahan ikan skala mikro sebagai salah satu sasaran utama pembinaan untuk meningkatkan nilai tambah hasil perikanan lokal. Penguatan dilakukan melalui pelatihan, penyediaan sarana produksi, pendampingan, dan kemitraan agar hasil perikanan tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah.
Plt Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Maluku Tenggara, Ruslan A. G. Ingratubun, kepada tim RRI Senin (28/9/2026) mengatakan, pengembangan usaha pengolahan ikan masih menghadapi sejumlah kendala, terutama pada aspek teknologi, modal, sarana pengolahan, serta penerapan standar mutu.
“Produksi perikanan tangkap masih rendah, produksi budidaya juga masih rendah, kemudian kualitas dan kuantitas produk olahan skala mikro masih rendah. Ini yang menjadi perhatian kami,” kata Ruslan.
Menurut Ruslan, keterbatasan tersebut membuat sebagian pelaku usaha belum mampu mengembangkan produk olahan secara optimal. Padahal, pengolahan hasil perikanan dapat memberikan nilai tambah sekaligus membuka peluang pendapatan yang lebih besar dibandingkan menjual ikan sebagai bahan mentah.
Karena itu, pembinaan diarahkan tidak hanya pada peningkatan keterampilan mengolah ikan, tetapi juga bagaimana pelaku usaha dapat menghasilkan produk yang lebih berkualitas, memenuhi standar, memiliki daya simpan dan kemasan yang lebih baik, serta mempunyai peluang masuk ke pasar yang lebih luas.
Salah satu bentuk pembinaan tersebut dilakukan melalui Kolaborasi Pembelajaran Terbaik GEF 6-CFI Indonesia untuk mendukung Program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Pelatihan Pembuatan Bakso Ikan.
| Baca juga: Rumah BUMN Tual Fokus Naikkan Kelas UMKM |
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengolah hasil perikanan menjadi pangan siap konsumsi yang memiliki nilai tambah. Produk olahan seperti bakso ikan juga membuka peluang pemanfaatan bahan baku lokal sekaligus mendukung kebutuhan pangan bergizi dalam pelaksanaan program MBG.
“Melalui pelatihan, sarana produksi dan kemitraan ini, kita harapkan kemampuan masyarakat semakin meningkat, sehingga hasil perikanan yang ada bisa diolah dan memberikan nilai tambah,” ujarnya.
Selain pengolahan, Dinas Perikanan juga tetap memberi perhatian terhadap peningkatan produksi perikanan tangkap dan budidaya sebagai sumber bahan baku. Peningkatan produksi di hulu ini harus berjalan beriringan dengan penguatan usaha pengolahan di hilir agar rantai ekonomi perikanan dapat berkembang secara berkelanjutan.
Dengan pendekatan tersebut, pembinaan tidak berhenti pada kemampuan membuat produk, tetapi diarahkan hingga pelaku usaha memiliki kapasitas untuk mengembangkan usahanya. Dampaknya diharapkan terasa pada peningkatan nilai jual hasil perikanan, peluang usaha, dan pendapatan masyarakat yang menggantungkan ekonomi pada sektor perikanan di Maluku Tenggara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....