Produk Olahan Laut Dorong Kemandirian Ekonomi Perempuan Pesisir

  • 21 Okt 2025 10:25 WIB
  •  Tual

KBRN, Langgur: Di tengah gempuran tantangan ekonomi dan gizi di wilayah pesisir, perempuan nelayan di Kabupaten Maluku Tenggara kini bangkit sebagai motor penggerak ekonomi lokal. Melalui program pelatihan terpadu, mereka dibekali kemampuan mengolah hasil tangkapan laut menjadi produk bernilai tambah yang siap bersaing dan berkontribusi pada program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah ini bukan hanya strategi peningkatan pendapatan keluarga nelayan, tetapi juga bagian dari upaya serius pemerintah dalam menurunkan angka stunting di daerah. Program ini dirancang sebagai solusi dua arah: memperkuat ekonomi berbasis rumah tangga dan menjamin akses pangan sehat bagi anak-anak sekolah.

Wakil Bupati Maluku Tenggara, Charlos Viali Rahantoknam, menyampaikan salah satu tantangan utama adalah membuka akses pasar yang berkelanjutan bagi produk-produk olahan perempuan pesisir. Ia menegaskan pentingnya keterhubungan antara kelompok usaha, koperasi, dan yayasan pengelola MBG agar produk lokal terserap optimal ke sekolah-sekolah.

“Kendala terbesar kita adalah pemasaran. Melalui program MBG ini, kita ingin ibu-ibu kelompok usaha bisa terhubung langsung dengan koperasi dan yayasan pengelola MBG. Dengan begitu, produk lokal yang sehat dan bergizi bisa masuk ke pasar yang pasti, yaitu sekolah-sekolah,” ujar Rahantoknam, Senin (20/10/2025).

Program pelatihan ini berlangsung di Aula Jemaat Anugerah Ohoijang dan diikuti oleh kelompok perempuan pengolah produk perikanan dari berbagai desa pesisir. Mereka dilatih untuk menghasilkan produk seperti bakso ikan, abon, filet siap masak, hingga makanan bergizi lain yang siap masuk ke rantai distribusi pangan sekolah.

“Ini bukan sekadar urusan ekonomi, tapi juga bagian dari upaya serius menekan angka stunting dan kemiskinan. Jika program MBG butuh pasokan ikan, maka di situlah kita fokus,” ucapnya.

Rahantoknam menjelaskan bahwa nilai jual ikan meningkat drastis setelah diolah, ketimbang dijual dalam bentuk mentah. Menurutnya, ini adalah celah besar yang bisa dimanfaatkan oleh perempuan pesisir untuk meningkatkan pendapatan dan mencapai kemandirian ekonomi.

Rekomendasi Berita