Tantangan dan Peluang yang Dihadapi Oleh Hanarun Handmade

  • 23 Jul 2025 11:20 WIB
  •  Tual

KBRN, Langgur: Tantangan dan Peluang yang dihadapi oleh Hanarun Handmade yang tergolong dalam pengelolaan kelompok Ekraf ini adalah masih mengandalkan bahan baku alami. Dimana bahannya yang diperoleh langsung dari alam kepulauan Kei.

Kepada rri.co.id Makaria Fautngiljanan menjelaskan tujuan awal mendirikan Hanarun Handmade agar dapat membuat karya khas Kei yang memilki nilai budaya dan bersifat ramah lingkungan. Dengan alasan inilah maka kemampuan kelompok untuk memperoleh bahan baku harus menyesuaikan dengan musim yang berlaku di wilayah kei.

Tantangan kedua yang ditemui adalah belum memiliki tempat yang sesuai karena pengelolaan produksinya dilakukan di rumah ( kos-kosan). Serta tempat untuk memasarkan produk-produk dimaksud dan tentunya masih memerlukan tambahan modal usaha agar dapat mengembangkannnya secara tetap.

Fautngiljanan menuturkan produk yang dihasilkan dipasarkan menggunakan media sosial. “Saat ini kami memasarkan produk secara offline dan online melalui media sosial owner dan anggota serta akun resmi Hanarun Handmade dan masih dalam perkembangan, semoga ke depannya bisa lebih intens lagi,” katanya menjelaskan.

Diketahui saat ini Hanarun Handmade dipercayakan untuk memamerkan karya-karyanya oleh dinas pariwisata Kab.Malra, Hal ini tentu dirasakan sebagai sebuah peluang usaha yang sangat menggembirakan Makaria mengungkapkan apresiasi ini sebagai bukti sinergitas yang baik oleh pemerintah daerah.

“Sebagai informasi penjualan perdana produk Hanarun Handmade adalah pada festival wonderful sail yang sementara diselenggarakan oleh dinas pariwisata kab Malra. Selama kegiatan ini, produk yang paling diminati khusus para wisatawan asing adalah karya miniatur Belan dan Perahu Komo, serta kreasi bross dari kerang/siput”katanya.

Sedangkan untuk masyarakat lokal produk yang diminati adalah aksesoris Rajutan seperti anting-anting, Rajutan dan anting berbahan dasar kerang/siput sementara itu diakunya pihaknya tengah dalam proses promosi, semoga ke depannya setiap produk dapat diterima oleh masyarakat

Fautngiljanan berharap ke depannya dari kelompok Ekraf ini diterima doleh masyarakat Kei (Tual dan Maluku Tenggara) dan dapat menjadi salah satu pusat souvenir berciri khas Kei yang dapat dikonsumsi oleh semua kalangan dan menjadi peluang usaha yang dapat memberdayakan lebih banyak orang untuk belajar dan berkarya.katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....