Pesona Kopi Keliling di Kota Langgur
- 31 Jan 2026 06:10 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur - Trend Penjualan kopi keliling baik lewat gerobak, sepeda, atau mobil kecil semakin marak di berbagai kota dan model penjualan ini memungkinkan penjual menjangkau konsumen yang tidak bisa atau tidak mau masuk ke kafe, terutama di area ramai seperti taman, kampus, atau halte. Untuk konsumen, ini merupakan pilihan kopi yang lebih terjangkau secara harga dan waktu.
Rendy adalah Pria asal Kota Manado yang merupakan seorang penjual kopi keliling di Kota Langgur berbagi cerita tentang pengalaman menjadi pelaku usaha dengan menjadi pedagang kopi keliling. Ia menceritakan bagaimana memulai usaha ini sejak bulan Agustus tahun 2025.
“Kopi ini kami buka sejak bulan agustus tahun 2025 di tempat ini”katanya.
Alasan memilih lokasi penjualan di jalan jenderal sudriman watdek bersebelahan dengan jembatan usdek yang menghubungkan kota Tual dan Langgur adalah pilihan yang tepat menurutnya karena sangat strategis dan merupakan satu-satunya pintu keluar dan masuk kota Langgur dan Tual.
Ditambahkannya sensasi menjual kopi di tempat ini sangat luar biasa selain prospeknya makin berkembang juga setiap hari dapat melihat panorama alam yang indah ketika matahari terbenam dan memberi dinamika tersendiri dalam hidupnya, meski penuh tantangan seperti cuaca, lokasi berjualan, dalam mencari pelanggan.
Fenomena Kopi keliling menurut Rendy di Maluku Tenggara dan sekitarnya cukup mendapat perhatian dari warga sehingga menjadi penyemangat tersendiri dalam menjalankan usaha ini,walaupun saat ini belum secara mandiri membuka usaha sendiri namun dirinya yakin dengan tekun dan semangat dapat membuka usaha miliknya sendiri sehingga berdampak pada perekonomian keluarganya.
Utuk satu hary Rendy menjual sebanyak 140 lebih cup yang disiapkan dan semakin hari menunjukkan perubahan jumlah yang semakin pesat karena banyak orang yang semakin mengenal Sekian Kopi hal ini tentu saja membawa dampak positif terhadap pelaku usaha yang semakin banyak dijumpai di Maluku Tenggara dan sekitarnya.
Pria minahasa ini melihat fenomena kopi gerobak semakin diminati oleh banyak anak muda melihat sebagai sebuah peluang usaha yang sangat fleksibel karena usaha kecil ini memanfaatkan modal yang relatif terjangkau dan bisa bergerak ke lokasi yang ramai, sehingga memberi peluang bisnis bagi generasi muda.