Mampu Tekan Inflasi , Maluku Tenggara Raih Penghargaan Nasional

  • 21 Mei 2026 13:18 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Upaya Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah tantangan distribusi wilayah kepulauan akhirnya mendapat pengakuan di tingkat nasional. Konsistensi pengendalian inflasi yang dilakukan melalui kerja sama lintas sektor mengantarkan daerah tersebut meraih penghargaan atas kinerja pengendalian inflasi, Kamis (21/5/2026).

Penghargaan itu diterima dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 yang berlangsung di Senggigi, Mataram, Nusa Tenggara Barat, Selasa 19 Maret 2026 dan disiarkan langsung melalui Garuda TV. Dalam agenda tersebut, Maluku Tenggara menjadi salah satu daerah di Provinsi Maluku yang mendapat perhatian pada kategori pengendalian inflasi.

Bupati Muhammad Thaher Hanubun mengatakan pengendalian inflasi tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah daerah, tetapi membutuhkan keterlibatan lintas sektor mulai dari instansi teknis, distributor, pelaku usaha hingga aparat pengawasan di lapangan. Koordinasi yang kuat menjadi faktor penting untuk menjaga ketersediaan pasokan dan kestabilan harga kebutuhan pokok di masyarakat.

“Pengendalian inflasi harus dilakukan bersama-sama karena berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat. Pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi lintas sektor agar distribusi barang tetap lancar, pasokan tersedia, dan harga kebutuhan pokok dapat dijaga,” kata Thaher.

Penilaian dalam kategori pengendalian inflasi tidak hanya melihat angka statistik, tetapi juga mengukur efektivitas kebijakan daerah, dukungan anggaran, konsistensi pelaporan, hingga kemampuan pemerintah menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Bagi daerah kepulauan seperti Maluku Tenggara, tantangan distribusi logistik dan ketergantungan pasokan antarwilayah menjadi persoalan yang harus ditangani secara berkelanjutan.

Bupati Thaher mengungkapkan, dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara juga memperkuat langkah pengendalian inflasi melalui operasi pasar, pemantauan harga bahan pokok, serta koordinasi rutin Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Pemerintah daerah turut mendorong penguatan sektor pangan lokal untuk mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.

“Kita tidak bisa terus bergantung sepenuhnya dari pasokan luar daerah. Daerah harus memiliki kekuatan pangan sendiri supaya masyarakat tidak mudah terdampak ketika distribusi terganggu atau harga naik,” ujar Thaher.

Atas capaian tersebut, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara memperoleh reward sebesar Rp1 miliar dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Penghargaan itu diharapkan menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat kebijakan pengendalian inflasi sekaligus menjaga ketahanan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....