Konektivitas Wilayah Diperkuat, Rencana Pelabuhan Malra Masuk Tahap Kajian Awal
- 08 Mei 2026 11:04 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur - Pembangunan pelabuhan laut di Maluku Tenggara mulai memasuki tahap awal kajian sebagai bagian dari penguatan konektivitas wilayah kepulauan. Tahap ini ditandai dengan pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) pra studi kelayakan yang melibatkan pemerintah pusat dan daerah, Jumat (8/5/2026).
Kegiatan FGD tersebut digelar Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan di Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara pada 29 April 2026. Forum ini menjadi ruang strategis untuk menghimpun masukan, data, dan pandangan dari berbagai pemangku kepentingan dalam penyusunan perencanaan pelabuhan.
“Pembangunan pelabuhan ini diharapkan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah Pulau Kei Kecil dan Kei Besar,” ujar Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Maluku Tenggara, Rasyid.
Rasyid menjelaskan keberadaan pelabuhan yang representatif akan memperkuat konektivitas antarwilayah serta meningkatkan kelancaran distribusi barang dan jasa di wilayah kepulauan. Menurutnya, hal ini juga akan berdampak pada peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat secara lebih luas.
Ia menegaskan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci penting dalam menyusun perencanaan pembangunan yang matang dan terarah. Karena itu, seluruh masukan dari FGD akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan studi kelayakan.
“Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah sangat penting agar pembangunan ini dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” kata Rasyid.
Dalam pra studi kelayakan tersebut, sejumlah aspek dibahas secara komprehensif, mulai dari kebijakan pemerintah daerah, kondisi ekonomi wilayah, data kependudukan, hingga aspek lingkungan dan teknis lokasi. Selain itu, ketersediaan lahan serta data transportasi laut juga menjadi bagian penting dalam kajian awal.
Pemerintah daerah berharap hasil kajian ini dapat mempercepat realisasi pembangunan pelabuhan laut di Maluku Tenggara. Proyek ini ditargetkan menjadi bagian dari strategi pemerataan pembangunan sekaligus penguatan konektivitas nasional di wilayah kepulauan timur Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....