Kerjasama Solusi Pecahkan Masalah di Tanimbar

  • 09 Agt 2025 17:42 WIB
  •  Tual

KBRN, Langgur : Masalah kemajuan di Tanimbar/ sangat bergantung pada tanggung jawab dan kolaborasi seluruh staekholder di Bumi Duan lolat.

Mantan Wakil Bupati Pertama Maluku Tenggara Barat Lukas Uwuratuw, ditengah Forum Diskusi Publik(FDP) terkait perizinan dan peluang investasi menegaskan, sebuah masalah yang dialami Tanimbar pada pertumbuhan ekonomi masih terkendali, akan tetapi setiap orang hebat tidak hanya berbicara/ namun wajib menyelesaikan tantangan pembangunan hingga menemui solusi terbaik, Jumat (8/8/2025).

“ Siklus investasi di Tanimbar tidak hanya melibatkan pengusaha Multi nasional dari luar daerah tetapi harus melibatkan pengusaha lokal sebagai mitra sejajar demi membangun tanimbar yang lebih elegan”, pinta Uwuratuw.

Uwuratuw juga menilai, intensitas investasi mulai dari percepatan perizinan berbasis risiko, tantangan regulasi yang cepat berubah, sistem OSS yang belum optimal dapat ditata lebih baik serta seluruh pihak menyatukan persepsi mencari solusi terhadap berbagai persolan.

“Komitmen dan harapan baru, bagi terwujudnya pertumbuhan ekonomi yang stabil dan memberi dampak positif bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat yang lebih baik mampu kita lakukan dengan kerjasama sejak dini hingga masa mendatang”, ucap Uwuratuw.

Dari Curhat ke Strategi Investasi, Ketika Lukas Uwuratuw Bicara Selaru dan Hilirisasi, Forum Tanimbar Terdiam Mendengar, disertai Spanduk bertuliskan Forum Konsultasi Publik Penanaman Modal dan Penyelenggaraan Perizinan membentang rapi di dinding, menyambut para tokoh, pelaku usaha, dan perwakilan pemerintah.

Bupati Kepulauan Tanimbar Ricky Jauwerissa hadir, duduk berdampingan dengan pimpinan DPRD dan para kepala OPD. Namun semua mata benar-benar tertuju ketika seorang pria sepuh, berkemeja sederhana namun penuh wibawa, melangkah masuk ke ruang pertemuan, Lukas Uwuratuw, mantan Wakil Bupati pertama Maluku Tenggara Barat, sang “maestro politik” Tanimbar.

“Jangan hanya omon-omon,” katanya sambil menatap hadirin, “Kalau mau menyelesaikan masalah, tunjukkan hasilnya sampai tuntas, tegas Uwuratuw.

Diskusi berlangsung intens. Mulai dari percepatan perizinan berbasis risiko, tantangan regulasi yang cepat berubah, sistem OSS yang belum optimal, hingga penertiban Perizinan Bangunan Gedung (PBG).

“Kita punya persoalan besar di depan, tapi kalau kita bersama, bergandengan tangan, semua bisa kita atasi. Ini demi Tanimbar, rumah kita,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....