Dari Ohoi Rewav untuk Maluku Tenggara: Kiprah Sanggar Eltun

  • 25 Mar 2026 08:50 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Maluku Tenggara dikenal sebagai daerah yang adat dan tradisinya masih terjaga kuat oleh masyarakat. Salah satu contohnya dapat ditemukan di Ohoi (desa) Rewav. Di ohoi ini, terdapat sebuah sanggar musik tradisional yang telah dikenal luas, khususnya oleh masyarakat Maluku Tenggara, yaitu Sanggar Eltun.

Sanggar ini tumbuh sebagai denyut utama dalam pelestarian budaya Kei. Tidak sekadar menjadi tempat berkesenian, Sanggar Eltun juga menjadi ruang hidup bagi tradisi tiva (tifa) dan savarngil (seruling) yang terus dijaga keberlanjutannya.

Dari tempat yang sederhana inilah, alunan musik tradisional mengalir, menghubungkan nilai-nilai masa lalu dengan generasi masa kini.

Nama Eltun diambil dari sebuah tanjung di desa tersebut, mencerminkan kedekatan sanggar dengan identitas lokal. Reputasi mereka pun telah meluas, dikenal sebagai kelompok seni yang kerap dipercaya tampil dalam berbagai acara penting, mulai dari penyambutan pejabat hingga kegiatan adat di Maluku Tenggara.

Setiap penampilan menjadi bukti bahwa budaya lokal masih berdiri kokoh di tengah perubahan zaman. Yang membuat Sanggar Eltun semakin istimewa adalah komposisi anggotanya yang lintas generasi. Tiga generasi dari Ohoi Revav bergabung dalam satu wadah, menciptakan proses belajar yang berlangsung alami.

Anak-anak belajar langsung dari para senior, sementara orang tua turut menjaga nilai-nilai yang diwariskan agar tetap utuh dan tidak tergerus waktu.

Sekretaris sanggar, Amandus Alfons Leisubun, mengatakan proses regenerasi berjalan tanpa hambatan berarti. Menurutnya, minat generasi muda muncul dari kesadaran mereka sendiri. Bagi anggota sanggar, memainkan tiva dan savarngil bukan sekadar tradisi, melainkan bagian dari budaya yang telah melekat dalam jiwa mereka sejak kecil.

Keberadaan Sanggar Eltun pun memberi dampak lebih luas bagi desa. Melihat kuatnya aktivitas budaya yang terjaga, Dinas Pariwisata dan Budaya setempat mulai mewacanakan Ohoi Revav sebagai desa budaya.

Jika terealisasi, sanggar ini akan menjadi wajah utama dalam memperkenalkan kekayaan musik tradisional Kei kepada para pendatang, sekaligus memperkuat posisi mereka sebagai penjaga warisan budaya yang hidup.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....