El Nino Batasi Pengembangan Lahan Pertanian di Kota Tual

  • 28 Sep 2026 15:31 WIB
  •  Langgur

RRI.CO.ID, Tual - Musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino mulai berdampak terhadap aktivitas pertanian di Kota Tual, Maluku. Keterbatasan sumber air membuat petani harus mengurangi luasan lahan yang ditanami karena kebutuhan penyiraman tidak dapat terpenuhi secara optimal.

Petani Kota Tual, Basrah, kepada rri.co.id Senin (28/9/2026) mengatakan, keterbatasan air menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi selama musim kemarau. Kondisi tersebut membuat petani harus mencari sumber air tambahan, sementara penggunaan mobil tangki membutuhkan biaya yang cukup besar.

“Memang sangat berdampak terhadap musim kemarau pada saat ini karena volume air yang kita gunakan untuk menyiram itu sangat terbatas sehingga seharusnya lahan yang kita tanam itu luas tetapi kita ada terbatas karena faktor kekurangan air karena air yang kami gunakan adalah sumur sehingga kadang volumenya kurang,” kata Basrah.

Kondisi berkurangnya debit air tersebut turut menjadi perhatian Pemerintah Kota Tual. Pelaksana tugas Kepala Dinas Pertanian Kota Tual, Agil Assegaf, mengatakan pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah strategis agar kegiatan pertanian tetap berjalan di tengah kondisi kemarau yang lebih panjang dan panas.

“Ada beberapa langkah strategis yang telah kami susun dan sudah terlaksana. Salah satunya adalah gerakan menanam. Kondisi di lapangan saat ini, terjadinya pengurangan debit air, baik itu pada sumbernya maupun sumur-sumur yang dimiliki oleh para petani,” ujar Assegaf.

Selain gerakan menanam, Dinas Pertanian juga melakukan pembinaan agar petani lebih hemat dalam menggunakan air serta memilih varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi panas. Pemerintah daerah juga memberikan dukungan berupa bibit, pupuk dan pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan tanah untuk membantu petani mempertahankan produktivitas lahan selama musim kemarau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....