KMusim Kemarau Panjang, Masyarakat Enggan Membakar Lahan Pertanian

  • 28 Agt 2026 11:31 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Kemarau panjang yang melanda hampir sebagaian wilayah Indonesia lebih khusus wilayah kepualauan Kei membuat masyarakat semakin berhati - hati dalam melakukan aktivitas pembukaan maupun pembersihan lahan. Kondisi lahan yang kering dan mudah terbakar meningkatkan risiko kebakaran yang dapat meluas ke area perkebunan masyarakat.

Hal ini disampaikan Bung Feri salah satu pendengar setia RRI Langgur yang berdomisili di Desa Waur Kecamatan Kei besar Kabupaten Maluku Tenggara melalui Evav pagi selasa(25/08/2026).

Di Ohoi Waur, Kecamatan Kei Besar, masyarakat memilih untuk tidak membakar lahan. Keputusan tersebut bukan tanpa alasan namun hampir sebagian besar masyarakat memiliki tanaman pala yang menjadi salah satu sumber penghidupan dan aset penting bagi keluarga.

“Kami masyarakat sekarang sangat hati – hati dalam hal membuka lahan dengan cara membakar” Tutur Feri

Masyarakat menyadari bahwa pembakaran lahan di tengah kondisi kemarau dapat menimbulkan risiko besar. Api yang tidak terkendali bukan hanya dapat merusak vegetasi, tetapi juga mengancam tanaman pala yang telah dirawat dan dipelihara selama bertahun -tahun.

Disisi lain, ketika di tanya terkait ketersedian air bersih, Feri bersyukur walaupun banyak tempat yang dilanda kekeringan hal berbeda dengan desa Waur yang dalam sejarah dimusim kemarau panjang kekeringan air tidak pernah terjadi didesanya.

“Sangat bersyukur karena ada tempat yang susah air, dalam sejarah kami tidak pernah kesususahan air untuk penuhi kebutuhan” Cerita Feri

Feri berharap semua warga memiliki kesadaran yang sama untuk tetap waspada dan hati-hati dan menghindari aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran lahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....