Dari Mimbar Idul Adha di Langgur, Jamaah Diajak Menyembelih Ego dan Kesombongan

  • 27 Mei 2026 17:46 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Di tengah suasana khidmat Salat Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Agung Raudhah Langgur, umat Islam diingatkan bahwa kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga menyembelih ego dan kesombongan dalam diri manusia. Pesan itu disampaikan Ketua IMMT Kabupaten Maluku Tenggara, Arifin Difinubun, saat menyampaikan khutbah Idul Adha, Rabu (27/5/2026).

Di hadapan ratusan jamaah, Arifin menuturkan ibadah kurban mengandung pesan mendalam tentang keikhlasan dan ketaatan kepada Allah SWT sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Nilai pengorbanan itu harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjaga kejujuran dan kepedulian terhadap sesama.

“Banyak orang mampu menyembelih hewan kurban, tetapi belum tentu mampu menyembelih hawa nafsunya sendiri,” ujar Arifin.

Ia menjelaskan, setiap manusia memiliki “Ismail” dalam hidupnya, yakni sesuatu yang sangat dicintai dan sulit dilepaskan, seperti jabatan, harta, maupun ambisi duniawi. Idul Adha mengajarkan bahwa keimanan sejati lahir ketika manusia menempatkan cinta kepada Allah di atas segala-galanya.

Selain mengangkat kisah Nabi Ibrahim AS, Arifin juga menyinggung perjuangan Siti Hajar yang berlari antara Safa dan Marwah demi mencari air untuk Nabi Ismail AS. Kisah tersebut dinilai sebagai teladan tentang pentingnya ikhtiar, kesabaran, dan keyakinan kepada pertolongan Allah di tengah kesulitan hidup.

“Tawakal bukan berarti diam menunggu mukjizat, tetapi terus berusaha sambil menggantungkan hati sepenuhnya kepada Allah,” katanya.

Menurut Arifin, tantangan kehidupan modern saat ini membuat banyak orang lebih mengejar kepentingan pribadi dibanding kepentingan bersama. Karena itu, ia mengingatkan jamaah agar menjaga nilai amanah, kejujuran, dan rasa malu sebagai bagian penting dalam kehidupan sosial.

Ia juga mengajak umat Islam menjadikan momentum Idul Adha untuk memperkuat empati kepada masyarakat yang membutuhkan. Semangat berbagi melalui kurban menjadi salah satu cara mempererat persaudaraan dan mengurangi kesenjangan sosial di tengah masyarakat.

Salat Idul Adha di Masjid Agung Raudhah Langgur dimulai pukul 07.00 WIT dengan imam Ketua MUI Maluku Tenggara, Zein Matdoan. Dalam doa penutup khutbah, Arifin turut memohon agar Maluku Tenggara menjadi daerah yang damai, sejahtera, dan dijauhkan dari perpecahan sosial.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....