Khotbah Idul Adha Angkat Keteladanan Nabi Ibrahim dan Krisis Moral Bangsa
- 27 Mei 2026 16:59 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur - Ratusan jamaah yang memadati Masjid Agung Raudhah Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara, pada pelaksanaan Salat Idul Adha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026), diajak meneladani keikhlasan dan pengorbanan Nabi Ibrahim AS. Pesan tersebut disampaikan khatib Idul Adha, Ketua IMMT Kabupaten Maluku Tenggara, Arifin Difinubun, dalam khutbah yang menyoroti pentingnya ketakwaan di tengah berbagai persoalan sosial saat ini.
Dalam khutbahnya, Arifin menegaskan Idul Adha bukan sekadar ritual penyembelihan hewan kurban, melainkan momentum membangun kembali nilai pengorbanan, kejujuran, dan kepedulian sosial. Keteladanan Nabi Ibrahim AS menjadi cermin keberanian mempertahankan iman di tengah godaan kekuasaan dan kepentingan duniawi.
“Idul Adha mengajarkan bahwa pengorbanan sejati bukan hanya apa yang keluar dari tangan kita, tetapi juga apa yang berhasil kita keluarkan dari hati kita,” kata Arifin dalam khutbahnya.
Ia menilai tantangan kehidupan modern saat ini tidak jauh berbeda dengan ujian moral pada masa Nabi Ibrahim AS. Penyalahgunaan kekuasaan, ketidakjujuran, dan sikap individualistis menjadi persoalan yang perlahan mengikis nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Arifin juga menyinggung kondisi bangsa yang masih dihadapkan pada persoalan korupsi, kesenjangan sosial, dan menurunnya tanggung jawab moral. Karena itu, ia mengajak umat Islam menjadikan semangat kurban sebagai jalan memperkuat keikhlasan, amanah, dan persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kemajuan suatu bangsa tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari sejauh mana nilai keadilan, kejujuran, dan amanah hidup dalam masyarakat,” ujarnya.
Menurut Arifin, semangat Idul Adha harus diwujudkan melalui sikap saling menghormati dan memperkuat rasa kepedulian terhadap sesama, terutama kepada masyarakat yang hidup dalam keterbatasan. Pengorbanan tidak selalu berbentuk materi, tetapi juga dapat diwujudkan melalui perhatian, kejujuran, dan tanggung jawab sosial.
Dalam khutbah penutupnya, Arifin turut mengajak jamaah menjaga persaudaraan dan kerukunan di Maluku Tenggara agar tetap hidup damai di tengah keberagaman. Ia juga memanjatkan doa agar daerah ini dijauhkan dari konflik dan diberi keberkahan serta kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.
Pelaksanaan Salat Idul Adha di Masjid Agung Raudhah Langgur dimulai pukul 07.00 WIT dengan imam Ketua MUI Maluku Tenggara, Zein Matdoan. Jamaah yang hadir memadati area masjid hingga halaman luar dengan suasana penuh khidmat dan kebersamaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....