6 Kebiasaan di Pagi Hari ini Bisa Jadi Tanda Seseorang Sedang Tidak Bahagia
- 23 Mei 2026 20:03 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur - Pagi hari sering kali dianggap sebagai cerminan bagaimana seseorang akan menjalani sisa harinya. Bagi sebagian orang, fajar adalah waktu untuk menyambut produktivitas. Namun, bagi sebagian lainnya, pagi hari justru menjadi waktu yang paling berat untuk dihadapi.
Dilansir dari beautynesia dan jawa pos, para pakar psikologi menyebutkan bahwa emosi dan kondisi mental seseorang—termasuk ketidakbahagiaan yang terpendam—sering kali termanifestasi secara tidak sadar melalui rutinitas awal mereka.
Berikut adalah 6 kebiasaan di pagi hari yang bisa menjadi sinyal kuat bahwa seseorang sedang merasa tidak bahagia:
1. Menekan Tombol Snooze Berulang Kali
Mematikan alarm dan kembali tidur (atau snoozing) sesekali adalah hal yang normal. Namun, jika seseorang melakukannya berkali-kali setiap hari, ini bisa menjadi tanda coping mechanism negatif. Secara psikologis, tindakan ini menunjukkan keengganan atau rasa takut untuk menghadapi kenyataan hidup dan rutinitas yang menanti di luar tempat tidur.
2. Langsung Memeriksa Ponsel (Doomscrolling)
Saat mata baru terbuka, hal pertama yang dicari adalah ponsel. Mereka menghabiskan waktu berpuluh-puluh menit untuk memeriksa email kerja, berita buruk, atau membandingkan diri dengan kehidupan orang lain di media sosial. Kebiasaan ini adalah bentuk pelarian instan yang justru memicu hormon kortisol (stres) meningkat sejak awal hari.
3. Melewatkan Sarapan atau Makan Berlebihan
Hubungan antara usus dan otak (gut-brain axis) sangatlah kuat. Orang yang sedang tidak bahagia sering kali kehilangan selera makan di pagi hari karena kecemasan yang tinggi. Sebaliknya, sebagian orang justru langsung mengonsumsi makanan tinggi gula secara berlebihan di pagi hari sebagai bentuk mencari "hiburan instan" demi mendongkrak hormon dopamin yang rendah.
4. Mengeluh Sebelum Memulai Aktivitas
Kalimat pertama yang keluar dari mulut di pagi hari bisa menentukan energi sepanjang hari. Jika seseorang selalu memulai paginya dengan helaan napas panjang, keluhan tentang pekerjaan, atau ungkapan frustrasi terhadap hari yang baru, itu adalah tanda bahwa mereka sedang mengalami kejenuhan emosional (burnout) atau ketidakbahagiaan yang kronis.
5. Terjebak dalam "Inersia Pagi" yang Ekstrem
Merasa lemas selama 10 hingga 20 menit setelah bangun adalah hal yang wajar. Namun, jika seseorang membutuhkan waktu berjam-jam hanya untuk mengumpulkan energi untuk mandi atau berpakaian—bukan karena lelah fisik, melainkan karena lelah mental—ini bisa menjadi indikasi awal dari distimia atau depresi ringan.
6. Mengabaikan Perawatan Diri (Self-Care) Minimal
Orang yang bahagia biasanya memiliki ritual pagi, sekecil merapikan tempat tidur, minum air putih, atau membuka jendela untuk membiarkan matahari masuk. Ketika seseorang sedang tidak bahagia, mereka cenderung mengabaikan lingkungan sekitar. Kamar yang berantakan dan pengabaian terhadap higienitas diri di pagi hari adalah cerminan dari pikiran yang juga sedang kalut.
Mengenali tanda-tanda ini bukan bertujuan untuk menghakimi diri sendiri atau orang lain, melainkan sebagai alarm untuk mulai peduli. Memutus rantai ketidakbahagiaan bisa dimulai dengan mengubah satu kebiasaan kecil di pagi hari—misalnya, menjauhkan ponsel dari tempat tidur malam sebelumnya. Sebab, mengubah cara kita menyapa pagi bisa menjadi langkah awal untuk mengubah cara kita memandang hidup.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....