Pemkab Malra Kembangkan Sistem Satu Data Terintegrasi hingga Tingkat Desa

  • 05 Mei 2026 21:59 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara terus mengembangkan sistem Satu Data untuk memperkuat tata kelola data yang terpadu dan berbasis kebutuhan pembangunan. Inisiatif ini menghadirkan penyajian data yang tidak hanya informatif, tetapi juga mampu memberikan gambaran menyeluruh bagi pengambilan kebijakan, Selasa (5/5/2026).

Petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Tenggara, Ria, mengatakan data perlu disajikan dalam bentuk visual seperti grafik dan tabel untuk memudahkan pembacaan tren dari waktu ke waktu. Penyajian tersebut bertujuan agar pemerintah dapat memahami dinamika indikator pembangunan secara lebih komprehensif.

“Kalau hanya angka saja, itu belum cukup memberikan insight untuk pembangunan,” kata Ria.

Website Satu Data Maluku Tenggara juga dirancang agar dapat diakses oleh seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk melakukan pemutakhiran data secara mandiri. Sistem ini dilengkapi dashboard yang menampilkan berbagai indikator seperti jumlah keluarga dan kondisi sosial ekonomi secara real time.

Selain di tingkat kabupaten, penguatan data juga dilakukan dari level desa melalui konsep Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) dengan pemanfaatan teknologi sederhana. Petugas desa dapat melakukan pembaruan data menggunakan telepon genggam yang langsung terintegrasi ke dalam sistem pusat.

“Data yang bagus itu dibangun dari bawah, mulai dari desa hingga ke kabupaten,” ujar Ria.

Fitur dalam sistem ini memungkinkan setiap pembaruan data langsung muncul dalam bentuk titik lokasi pada peta digital. Data individu seperti nama kepala keluarga, pendidikan, pekerjaan, hingga jumlah anggota rumah tangga dapat ditampilkan lengkap dan diperbarui sesuai kondisi lapangan.

Proses penginputan data juga dirancang sederhana agar mudah digunakan oleh aparatur desa, termasuk penambahan informasi seperti tanggal lahir, foto rumah, hingga penandaan lokasi. Data yang telah diinput akan otomatis tersimpan dan muncul dalam peta wilayah Kabupaten Maluku Tenggara sebagai bagian dari bank data desa yang terintegrasi.

“Setiap pembaruan data akan langsung muncul di peta sehingga memudahkan pemantauan kondisi masyarakat,” ucap Ria.

Melalui dashboard berbasis spasial, pimpinan daerah dapat melihat sebaran penduduk berdasarkan berbagai indikator seperti pekerjaan dan tingkat pendidikan. Hal ini memungkinkan pengambilan kebijakan yang lebih tepat sasaran karena didukung data yang detail dan terlokalisasi.

Ke depan, seluruh data desa direncanakan akan terintegrasi dalam satu platform Satu Data Maluku Tenggara sebagai pusat informasi daerah. Integrasi ini diharapkan memudahkan pimpinan daerah dalam mengakses data tanpa harus membuka berbagai sumber yang terpisah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....