Mengejar Pengahasilan Lebih Besar untuk Mengejar Masa Depan Anak

  • 28 Apr 2026 21:43 WIB
  •  Tual
Poin Utama
  • Rela meninggalkan istri dan anak di Tual demi pekerjaan di Kalimantan Timur

RRI.CO.ID, Tual - Pria selalu dianggap sebagai kepala keluarga dan orang yang paling bertanggung jawab dalam memberikan nafkah dan kehidupan bagi keluarga. Tetapi tren baru yang ada saat ini menunjukkan bahwa semakin banyak pria yang memutuskan untuk meninggalkan pekerjaan demi menghabiskan waktu lebih banyak dengan keluarga.

Tren ini diketahui dari sejumlah riset, meningkatnya jumlah pria yang memutuskan untuk melakukan pekerjaan paruh waktu. Bahkan saat ini juga Banyak pria yang memilih cuti pada bulan-bulan awal dengan alasan yang logis seperti anak mereka lahir agar dapat merawat anak dan istri mereka. Pergeseran ini juga menunjukkan perkembangan yang tidak lagi mengutamakan materi dan lebih mementingkan keluarga.

Banyak pria yang melakukan pilihan ini karena mereka ingin menyeimbangkan kehidupan keluarga dan pekerjaan mereka. Walaupun beberapa pria masih menganggap tugas mencari penghasilan merupakan hal yang penting tetapi mereka kini juga memiliki kesadaran yang lebih tinggi untuk membesarkan anak.

Suratman, adalah pria asal Bima NTB berusia 44 tahun yang rela meninggalkan istri dan anak di Tual demi pekerjaan di Kalimantan Timur. Bekerja keluar daerah yang harus meninggalkan isrti anak di kampung halaman merupakan keputusan yang berat bagi seorang suami seperti dirinya.

Dengan berbagai pertimbangan, keputusan diambil bukan tanpa alasan, salah satunya mengejar pengahasilan lebih besar untuk mengejar masa depan anak yang cemerlang , karena setiap anak memiliki mimpi besar, namun keterbatasan ekonomi menjadi penghalang untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Saat dikonfirmasi melalui handphone selulernya selasa (28/4/2026) dia mengatakan, selama tiga tahu bekerja pada perusahaan batu bara di Kalimantan Timur sebagai mandor, kebutuhan ekonomi keluarganya semakin membaik sehingga bisa meraih mimpi anaknya yang sedang mengenyam pendidikan tinggi di kota Makassar.

“Setelah tiga tahun saya bekerja sebagai mandor pada perusahaan tambang batu bara di Kalimantan, ekonomi keluarga saya semakin membaik dan anak saya bisa melanjutkan kuliah di Makassar," ungkapnya.

Lebih lanjut Suratman mengaku, selama bekerja pada perusahaan tersebut, ia mendapatkan kebijakan waktu dari pimpinan untuk mengambil cuti terkadang dua kali dalam setahun yakni pada moment lebaran dan jika pada saat istrinya melahirkan.

Bagi Suratman kedua moment tersebut menjadi hal penting untuk dirinya harus hadir ditengah-tengah keluarganya.

Tren baru ini juga didukung oleh kebijakan dari banyak perusahaan yang memberikan jatah cuti bagi suami yang pada saat istrinya melahirkan. Jadi walaupun masyarakat saat ini dianggap lebih mementingkan harta tetapi pada kenyataannya jumlah orang yang mementingkan keluarga jauh meningkat jika dibandingkan pada masa lalu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....