Mengenal Jubah Cokelat Biarawan Katolik
- 18 Apr 2026 09:21 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur - Pernahkah Anda memperhatikan bahwa banyak biarawan mengenakan jubah cokelat sederhana dan bertanya-tanya mengapa warna itu begitu umum? Jubah cokelat tidak dipilih karena mode atau dekorasi. Jubah ini membawa makna spiritual yang mendalam yang berakar pada kerendahan hati, kesederhanaan, dan pengabdian total kepada Tuhan, mengikuti teladan Yesus Kristus dan tradisi komunitas religius yang terinspirasi oleh para santo seperti Santo Fransiskus dari Assisi.
Cokelat adalah warna bumi, tanah, dan kehidupan sehari-hari. Warna ini mencerminkan pilihan untuk hidup sederhana dan menghindari kemewahan atau berlebihan. Banyak komunitas religius, terutama Fransiskan, mengadopsi warna cokelat karena merupakan pewarna yang murah dan melambangkan gaya hidup sederhana yang dekat dengan kaum miskin.
Ketika para biarawan mengenakan pakaian sederhana yang sama, hal itu menghilangkan perbedaan berdasarkan kekayaan, status, atau gaya pribadi. Semua orang terlihat sama, mengingatkan mereka bahwa identitas mereka berasal dari panggilan mereka, bukan dari harta benda atau posisi sosial mereka.
Meskipun warna cokelat umum di kalangan Fransiskan, komunitas monastik lain mengenakan warna yang berbeda tergantung pada sejarah dan spiritualitas mereka. Misalnya, biarawan Benediktin sering mengenakan warna hitam, sementara beberapa komunitas lain mengenakan warna putih atau abu-abu. Warna tersebut mencerminkan tradisi ordo keagamaan tertentu.
| Baca juga: Fakta Tentang Rambut Yang Harus Anda tahu |
Pada akhirnya, para biarawan mengenakan jubah cokelat bukan untuk menonjol, tetapi untuk mengingatkan diri mereka sendiri dan orang lain tentang kehidupan yang berakar pada kerendahan hati, kesederhanaan, dan pelayanan kepada Tuhan.
Jubah cokelat bukan tentang penampilan, itu adalah simbol tenang dari kehidupan rendah hati yang sepenuhnya didedikasikan kepada Tuhan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....