Warga Rerean Keluhkan Tanggul Rusak, Air Laut Masuk
- 23 Feb 2026 06:43 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur - Ancaman abrasi kembali menghantui warga pesisir Kepulauan Kei. Tanggul penahan ombak di Desa Rerean, Kecamatan Kei Besar Selatan Barat, Kabupaten Maluku Tenggara, dilaporkan rusak dan tak lagi mampu menahan terjangan air laut yang mulai masuk ke permukiman warga.
Keluhan itu disampaikan seorang warga, Bung Bravo, melalui program Radio Republik Indonesia dalam siaran Halo RRI edisi Senin (23/2/2026). Ia meminta perhatian serius pemerintah daerah karena kondisi tanggul semakin memburuk dan mengancam keselamatan warga pesisir.
“Air laut sudah masuk ke pemukiman, kemarin saya dan warga sempat menumpuk pasir sebagai tanggul darurat, tapi langsung dibongkar ombak. Kami minta pemerintah segera turun tangan,” ujar Bravo.
Menurut Bravo, kerusakan tanggul tersebut telah berlangsung cukup lama dan belum mendapat penanganan permanen. Mereka khawatir intensitas gelombang laut yang meningkat akan memperparah abrasi dan merusak rumah warga jika tidak segera diatasi.
Bung Bravo secara khusus meminta respons dan kejelasan langkah penanganan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maluku Tenggara. Ia berharap pemerintah daerah segera melakukan peninjauan lapangan dan mengambil tindakan darurat untuk melindungi kawasan permukiman pesisir.
“Kami minta jawaban dan solusi nyata dari BPBD Maluku Tenggara, karena ini menyangkut keselamatan warga Rerean dan keberlangsungan hidup kami di pesisir,” katanya.
Bravo mengaku telah berulang kali melakukan upaya swadaya untuk menahan laju air laut dengan peralatan seadanya. Namun tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, langkah tersebut tidak mampu bertahan menghadapi gelombang laut yang semakin kuat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....