Minyak Tanah Langka di Malra, Warga Keluhkan Stok Cepat Habis dan Harga Melonjak

  • 27 Feb 2026 14:55 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Di tengah kebutuhan rumah tangga yang kian mendesak, warga Maluku Tenggara kembali dihadapkan pada kelangkaan minyak tanah yang belum juga teratasi. Kondisi ini menegaskan distribusi energi bersubsidi masih menyisakan persoalan serius yang langsung berdampak pada kehidupan sehari-hari masyarakat.

Keluhan tersebut disampaikan oleh Clara di Langgur melalui program Halo RRI, Jumat (27/2/2026). Ia mengungkapkan pasokan minyak tanah terlihat masuk ke agen resmi, namun dalam waktu singkat stok kembali dinyatakan habis saat warga datang membeli.

“Saya sempat melihat sendiri mobil tangki melakukan pengisian di agen, tetapi sekitar satu jam kemudian saat saya datang membeli, stok sudah habis,” ujar Clara.

Menurut Clara, kondisi tersebut tidak wajar dan memunculkan dugaan distribusi minyak tanah tidak tepat sasaran. Ia menduga minyak tanah lebih banyak dijual kepada penadah, sehingga pasokan di agen resmi cepat habis dan tidak dinikmati masyarakat.

Akibat distribusi yang dinilai bermasalah ini, harga minyak tanah di tingkat kios dan pengecer melonjak tajam. Warga yang terdesak kebutuhan akhirnya tidak memiliki pilihan selain membeli dengan harga jauh di atas harga normal.

“Kalau distribusinya tidak tepat begini, harga minyak tanah jadi mahal saat saya harus membeli di kios-kios, dari awalnya sekitar Rp20.000 bisa naik jadi Rp35.000 sampai Rp50.000,” kata Clara.

Clara berharap pemerintah daerah dan pihak berwenang segera melakukan pengecekan serta pengawasan ketat terhadap penyaluran minyak tanah di Maluku Tenggara. Ia menekankan transparansi dan ketepatan sasaran distribusi sangat penting agar subsidi benar-benar dirasakan masyarakat dan tidak menambah beban ekonomi warga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....